CAPE CANAVERAL, SENIN - Laboratorium Kibo milik Jepang yang terpasang di stasiun antariksa internasional (ISS) semakin atraktif dengan tambahan lengan robotik. Para astronot wahana ulang alik Discovery memastikan perangkat tersebut berfungsi baik dalam pengujian yang dilakukan, Senin (9/6).
"Ia terlihat sangat baik," ujar Akihiko Hoshide, astronot Jepang yang ikut dalam misi tersebut. Hoshide memastikan kepada pusat kendali bahwa lengan robotik di laboratorium Kibo berfungsi normal.
Sebuah tiang bersiku enam yang dipasang pada modul utama Kibo itu berhasil membentang hingga jangkauan terjauh sepanjang 10 meter. Masing-masing sikunya berfungsi baik dalam tes yang dilakukan sebelum akhirnya dilipat kembali.
Lengan robotik tersebut akan dipakai pertama kali untuk mengangkat kotak penelitian luar ruangan berisi ruang eksperimen dan teleskop yang merupakan bagian ketiga dan terakhir laboratorium Kibo. Bagian tersebut akan dikirim pada misi peluncuran berikutnya.
Para astronot telah menyelesaikan semua misinya dalam tiga kali spacewalk. Dalam setiap spacewalk, dua astronot melayang di luar angkasa dan hanya bertumpu pada lengan robotik yang dikendalikan dari dalam ruang kokpit ISS. Modul utama Kibo telah terpasang pada spacewalk pertama. Instalasi modul Kibo dilakukan pada spacewalk kedua. Sementara pada spacewalk ketiga, para astronot telah mengganti tangki gas yang kosong di luar ISS dan mengambil sampel debu yang menempel pada engsel salah satu tiang sel surya.
Saat ini, semua kru tengah berkemas untuk meninggalkan ISS dan mempersipkan kepulangan Discovery. Mereka akan meninggalkan ISS pada Rabu (11/6) dan mendarat hari Sabtu (14/6).

