KEDIRI, SENIN-Suasana penerimaan siswa baru di hari terakhir, di Kota Kediri, Jawa Timur, berlangsung ramai. Hampir semua sekolah terutama sekolah favorit, dipenuhi oleh orangtua wali murid yang mendaftarkan an ak-anaknya. Mereka rela melakukan apa saja, asalkan anaknya mendapat bangku sekolah.
Pengamatan Kompas di sejumlah sekolah di Kediri, Senin (7/7), ratusan orang tua wali murid berdatangan ke sekolah-sekolah sejak pukul 06.00 pagi. Mereka menunggu pengumuman nilai pagu terendah di setiap sekolah sampai batas akhir pendaftaran pukul 14.00.
Sekitar pukul 11.00, kepanikan mulai menimpa sebagian orangtua wali murid. Sejumlah orangtua yang nilai anaknya mulai mendekati nilai pagu terendah yang diumumkan di layar monitor sekolah, mulai mencabut pendaftaran. Mereka mencari sekolah yang nilai pagunya lebih rendah lagi agar anaknya bisa diterima.
Semakin mendekati pukul 14.00, kepanikan orangtua murid semakin besar. Mereka berlari dari satu sekolah ke sekolah lain untuk mengejar nilai pagu yang sesuai dengan nilai anak-anak mereka.
Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kota Kediri, sebagian walimurid nekat menghadang di pintu ruang pendaftaran. Mereka menghalangi pendaftar baru untuk mengurangi persaingan.
Bahkan mereka juga menghadang seorang guru petugas bagian pendaftaran siswa baru yang hendak masuk ke ruangan. Alasannya guru itu membawa daftar tambahan murid baru yang dikhawatirkan menggeser posisi anak-anak walimurid yang mendaftar lebih dulu.
Rahayu (30) salah satu walimurid yang hendak mendaftarkan anaknya di SMPN 5 Kota Kediri mengaku tidak bisa masuk ke ruang pendaftaran karena dihadang sejumlah walimurid. Padahal, waktu pendaftaran masih tersisa lima menit. "Saya sudah lari-lari dari SMPN 7 ke SMPN 2 trus sekarang ke SMPN 5, ternyata sampai disini tidak boleh masuk. Padahal anak saya sudah menangis," ujarnya.
Menurut Rahayu, pendaftaran seperti ini sangat melelahkan karena ia harus terus memantau pagu nilai terendah yang berubah setiap jam. Hadi (40) walimurid juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, lebih baik seleksi penerimaan siswa baru dilakukan melalui tes penyaringan sehingga orangtua murid tidak capek lari ke sana-kemari.
Sementara itu, sejumlah orangtua dan siswa yang berhasil mendapatkan bangku sekolah menjerit histeris pada saat pengumuman penutupan pendaftaran. (NIK)