SURABAYA, SELASA - Sekitar 70 persen dari 1,8 juta pengangguran di Jawa Timur tak memiliki kompetensi kerja. Karena itu, kebutuhan pelatihan wirausaha di Jawa Timur sangat mendesak.
Demikian diungkapkan Operation Director Happy Family Entrepeneurship Center, Abraham Ibnu, Selasa (4/11) di Surabaya. "Dengan situasi demikian, maka sebagian besar pengangguran berpotensi tak mendapatkan pekerjaan atau minimal tak akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka," ujarnya.
Menyikapi situasi ini, menurut Abraham, dibutuhkan pelatihan wirausaha yang mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Jawa Timur. Pelatihan kerja pertama yang harus dikembangkan adalah pelatihan wirausaha bagi pengusaha pemula.
"Dengan melatih para pengusaha awal, diharapkan mereka mampu mengembangkan usaha-usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja. Setelah itu, mereka diharapkan melakukan pelatihan pula bagi anak buah mereka," tuturnya.

