Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:00 WIB
Tiap Ruang UN Diawasi Dua Pengawas
Adi Sucipto | Rabu, 11 Februari 2009 | 14:19 WIB
|
Share:

LAMONGAN, RABU — Guna mencegah terjadinya kecurangan, pelaksanaan ujian nasional di Lamongan tahun 2009 menggunakan sistem silang penuh untuk menentukan pengawas ujian. Setiap ruang ujian diawasi dua pengawas.   

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Musthafa Nur, Rabu (11/2), mengatakan, sampai saat ini Dinas Pendidikan Lamongan masih menunggu hasil verifikasi penentuan daftar nominasi tetap peserta Ujian Nasional (UN) 2009 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. "Untuk mempermudah kerja guru pengawas, dalam satu ruang ujian direncanakan hanya diperuntukkan 22 siswa peserta ujian," katanya.

Meski secara resmi daftar nominasi tetap peserta UN belum selesai diverifikasi, dari data Dinas Pendidikan Lamomngan pada tahun ini menunjukkan peserta UN tingkat Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) meningkat 1.169 siswa dibanding tahun lalu. Pada tahun 2008 UN di Lamongan diikuti 32.763 siswa, tahun 2009 ini diikuti 33.932 siswa.

Jika dirinci lagi peserta UN tingkat SLTP tahun ini sebanyak 20.574 siswa, terdiri dari 12.782 siswa SMP dan 7.787 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tahun lalu, peserta UN tingkat SLTP sebanyak 12.511.

Peserta UN tingkat SLTA tahun ini mencapai 13.358 orang terdiri atas 6.427 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 3.523 siswa Madrasah Aliyah (MS), dan 3.407 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tahun lalu peserta UN tingkat SMA/MA/SMK/SMALB hanya 12.394 si swa.     

Sesuai jadwal, UN tingkat SMP/MTs/SMPLB berlangsung pada 27-30 April 2009 dan UN susulan pada 4-7 Mei mendatang. UN tingkat SMA/MA/SMK berlangsung pada 20-24 April dan UN susulan pada 27 April-1 Mei. UN untuk SMA Luar Biasa mulai 20-22 April 2009 dan UN susulan 27-29 April 2009.     

Musthfa Nur menjelaskan, khusus untuk tingkat SMK juga harus melaksanakan uji kompetensi keahlian sesuai jurusannya. Ujian kompetensi sudah harus selesai dua minggu sebelum jadwal UN. "Ini untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada siswa SMK mempersiapkan diri untuk UN teori. Uji kompetensi keahlian memang harus diatur agar tidak mengganggu persiapan UN teori. Ujian praktis memakan waktu tidak singkat dan sering dilaksanakan di luar kota," katanya.

Dia mencontohkan, untuk siswa SMK jurusan perhotelan harus praktik di hotel yang layak, sementara siswa jurusan teknik mesin harus ujian praktik di bengkel otomotif yang punya empat jenis mesin berbeda.