BANYUMAS, KAMIS — Guru-guru pada sekolah swasta di Kabupaten Banyumas, Kamis (12/2), mulai mengeluhkan tunjangan sertifikasi guru swasta yang tak kunjung cair. Mereka menginginkan agar Pemerintah Kabupaten Banyumas dapat segera mencairkan dana tersebut karena dana itu di beberapa kabupaten lainnya sudah cair.
Koordinator Serikat Guru dan Karyawan Sekolah Swasta Banyumas (Seruan Mas), Saeran Samsidi, mengatakan, ada 302 guru swasta dari SMA sampai SD di Banyumas yang telah dinyatakan lulus sertifikasi guru. Namun, sampai sekarang mereka belum memperoleh tunjangan sertifikasi guru sebesar Rp 2 juta per bulan.
Menurutnya, ada sekitar enam guru swasta di Banyumas yang sudah mencoba mengurus tunjangan tersebut secara langsung ke Departemen Pendidikan RI. Namun hasilnya, tunjangan yang mereka peroleh tak sampai Rp 2 juta seperti yang dijanjikan pemerintah, melainkan hanya Rp 1,5 juta.
"Kalau teman-teman kami yang sudah mencoba mengurus secara langsung saja masih belum mendapatkan haknya dengan penuh, bagaimana dengan kami," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Herni Sulasi, mengungkapkan bahwa pihaknya sampai saat ini juga masih menunggu daftar pencarian dana sertifikasi guru swasta dari departemen pendidikan. "Daftarnya belum turun sampai sekarang," ucapnya.
Menurutnya, pihaknya sudah memberikan berkas daftar guru yang diusulkan, tetapi pihak departemen pendidikan menyangkalnya. "Setelah kami periksa lagi ke sana, terbukti berkasnya sudah ada. Tetapi saya juga tidak tahu kenapa dana itu belum juga cair," katanya.
Kendati demikian, Herni mengatakan, pihaknya akan tetap menelusuri proses pencairan dana tunjangan itu. "Kami tetap memantau masalah ini di departemen pendidikan," lanjutnya.

