Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:11 WIB
Sekolah Disegel, Ratusan Siswa Belajar di Rumah Warga
Agnes Rita Sulistyawaty | Jumat, 6 Maret 2009 | 13:38 WIB
|
Share:

PADANG, JUMAT — Gara-gara urusan tanah tidak selesai, SDN 15 Banuaran, Padang, disegel oleh pemilik tanah. Akibatnya, 224 orang siswa SD tersebut belajar di tiga rumah warga sepanjang Jumat (6/3).

Penyegelan dimulai sejak pagi. Walaupun sebagian alat belajar mengajar disimpan di dalam kelas, proses belajar tetap berlangsung.

Musliwati (51), guru kelas VI, mengatakan, walaupun ada keterbatasan ruang kelas, jadwal belajar untuk anak-anak tetap berjalan seperti biasa. Apalagi, siswa kelas VI akan menghadapi ujian tanggal 10 Maret.

"Kami belajar dengan peralatan yang ada. Kebetulan, para siswa membawa soal latihan yang sudah difotokopi sehingga soal itu bisa dibahas dalam pelajaran tadi," kata Musliwati.

Penyegelan sekolah ini merupakan buntut dari pemakaian tanah milik keluarga Jasmar. Tanah yang disewa pemda untuk dijadikan sekolah sejak tahun 1968 itu diminta oleh pemiliknya agar dibeli oleh pemda. Hingga kemarin belum ada kesepakatan pembelian tanah tersebut.

Segel sekolah baru dibuka sekitar pukul 11.00 tadi setelah musyawarah antara pemilik tanah, pihak sekolah, dan sejumlah pihak lain. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan agar digelar pertemuan lanjutan yang membahas kepastian masalah tanah ini pada pekan mendatang.