Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:31 WIB
Tidak Ada Penundaan UN di Gintung
Rosdianah Dewi | Rabu, 15 April 2009 | 12:16 WIB
|
Share:

Kompas/Wisnu Widiantoro
Menghibur Korban Banjir Bandang - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga Artis, Tere (memainkan gitar), menghibur anak-anak dan korban banjir bandang akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang, dengan menyanyi bersama di tempat pengungsian Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Senin (30/3). Hiburan tersebut merupakan rangkaian Psycological Support Program PMI untuk memulihkan kondisi psikologis korban banjir bandang.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai tanggal 20 April sampai 11 Mei 2009, secara serentak di seluruh Indonesia, akan diadakan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMU dan sederajat sampai SD. Ujian serentak ini juga akan dilaksanakan bagi korban Situ Gintung.

"Sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan penundaan dari sekolah-sekolah di Gintung, yang meminta pengunduran penyelenggaraan UN," ujar Mungin Eddy Wibowo, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan di Gedung Depdiknas, Rabu (15/4). Dengan kata lain, lanjut Mungin, sekolah-sekolah dan anak didik yang berada di daerah Gintung sudah siap untuk melakukan UN sesuai jadwal yang ada.

Berdasarkan data yang terdapat pada posko utama bencana Situ Gintung, jumlah anak sekolah yang saat ini berada di pengungsian yang akan mengikuti UN adalah 32 orang. Sebanyak 10 orang adalah siswa SD, 15 orang siswa SMP sederajat, dan 7 orang siswa SMU sederajat. Kebanyakan para siswa bersekolah di sekolah Gintung dan sekitarnya. Sedangkan untuk total anak pengungsi yang masih dalam usia sekolah sebanyak 114 orang. Dengan rincian, usia TK sebanyak 1 orang, usia SD berjumlah 69 orang, SMP sebanyak 28 orang, dan SMU berjumlah 16 orang.