Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:32 WIB
PGRI Minta Guru Jaga Profesionalisme
Ester Lince Napitupulu | Jumat, 17 April 2009 | 21:47 WIB
|
Share:

KOMPAS/BONI DWI PRAMUDYANTO
Ribuan guru peserta Kongres Nasional XX PGRI di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (1/7), bertanya jawab dengan Mendiknas Bambang Sudibyo. Dalam kegiatan tersebut, Mendiknas banyak mendapatkan kritik soal keseriusan pemerintah dalam menyejahterakan guru.

TERKAIT:

 

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan ujian nasional atau UN tahun ajaran 2008/2009 yang dimulai dengan UN SMA sederajat pada Senin depan diharapkan tidak lagi mencoreng dunia pendidikan. Karena itu, guru diminta untuk menjaga profesionalismenya dengan memberi kepercayaan kepada siswa untuk bisa mengerjakan UN dengan kemampuan sendiri dan dengan jujur.

 

Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Jakarta, Jumat (17/4), meminta agar guru melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan mengedepankan derajat profesionalisme yang tinggi. "Kejadian-kejadian masa lalu yang tidak baik dan merendahkan profesionalisme guru dalam pelaksanaan UN jangan sampai terjadi lagi," kata Sulistiyo.

 

Selain itu, Bupati/Walikota Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Sekolah diminta untuk tidak membebani guru dengan target-target tertentu yang tidak wajar dan jauh dari kondisi sekolah yang bersangkutan. Jangan sampai ada tim sukses yang justru mengganggu kinerja profesional guru.

 

"Pemerintah hendaknya melakukan sejumlah upaya agar sistem evaluasi ini selalu diperbaiki dari waktu ke waktu," tegas Sulistiyo.