Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 04:33 WIB
Cegah Kebocoran Soal UN, Pintu Sekolah Diganti
| Minggu, 19 April 2009 | 14:36 WIB
|
Share:

METRO BANJAR/DONNY SOPHANDI
M Rafli, pengawas Ujian Nasional di SMA Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menunggu salah satu siswa peserta Ujian Nasional yang terlambat menyelesaikan soal ujian Bahasa Indonesia. Hari pertama Ujian Nasional, Selasa (22/4), di sekolah favorit di Banjarbaru ini di ikuti seluruh kelas 12 nya sebanyak 186 siswa.

TERKAIT:

LAPORAN WARTAWAN TRIBUN LAMPUNG, NASHRULLAH HAQIYUDDIN

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Sehari menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN), sejumlah pintu dan kunci ruangan sekolah di Bandar Lampung yang mengalami kerusakan, terpaksa diganti. Pihak sekolah  menggantinya dengan tripleks dan kunci yang baru. Wakil Kepala Sekolah SMA Arjuna Mohthafarudin Lubis mengatakan, pihaknya hari ini terpaksa mengganti dua lembar tripleks karena dua pintu ruangan kelas rusak. Kedua pintu itu terlihat sedang dicat. “Biasalah, akibat ulah anak-anak. Ada beberapa bagian pintu terkelupas dan bolong-bolong,” katanya kepada Tribun Lampung (Group of Regional Newspaper Kompas Gramedia yang sebentar lagi akan terbit di Bandar Lampung), Minggu (19/4).

Kesibukan menjelang persiapan UN di sejumlah sekolah di Bandar Lampung hingga H-1 ini juga terlihat di sekolah lainnya. Sejumlah staf sekolah sibuk melakukan pembenahan infrastruktur, seperti di SMTI (Sekolah Menengah Teknologi Industri), pihak sekolah mengganti empat buah kunci dan gerendel pintu kelas yang rusak. “Kunci dan gerendel keempat pintu itu diganti semua,” kata Widodo, penjaga sekolah.

Keterangan Widodo dibenarkan Koordinator Ruangan UN SMTI Ispawardi. Menurutnya, empat pintu itu harus diganti kuncinya agar suasana ujian kondusif. “Kalau tidak dikunci, khawatir nanti ada yang menukar-nukar nomor ujian,” jelasnya. Ketika ditanya, apakah pada UN sebelumnya pernah terjadi penukaran nomor peserta ujian, Ispawardi mengaku hal itu belum pernah terjadi. “Cuma antisipasi saja. Kita kan baru dua tahun ini ikut UN,” jelasnya.

Secara keseluruhan, persiapan UN di SMU Arjuna dan SMTI sudah mendekati 100 persen. “Hari ini tinggal cek akhir saja. Pemasangan nomor sudah dari kemarin-kemarin,” tutur Ispawardi. Kondisi berbeda terlihat di SMEA Utama dan SMAN I Bandar Lampung. Kedua sekolah ini terkunci rapat mulai dari gerbang utama hingga pintu-pintu masuk lainnya. Suasana kedua sekolah juga lengang.