JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah permuseuman di Indonesia, begitu kompleks. Tidak saja masalah koleksi yang sering hilang atau dicuri atau diganti dengan yang palsu, tetapi juga masalah kepedulian pemerintah daerah, dan bagaimana meningkatkan animo masyarakat untuk berkunjung ke museum.
Tahun 2010, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata mencanangkan sebagai Tahun Kunjungan Museum. Karena itu, mulai Senin (4/5) sampai Jumlat (8/5), Direktorat Museum, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar Diskusi dan Komunikasi Museum Indonesia dan Muasyawarah Nasional Asosiasi Museum Indonesia.
"Kegiatan ini akan diikuti oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Indonesia, Kepala Museum se-Indonesia, Asosiasi Museum se-Indonesia, Pemerhati Museum, dan akademisi," kata Direktur Museum, Intan Mardiana N, Minggu (3/5) di Jakarta.
Pada tersebut, akan dipaparkan tentang kebijakan permuseuman, kewenangan pengelolaan museum di era otonomi daerah, pemaknaan museum di masa sekarang, museum sebagai ruang publik, dan juga dipaparkan hasil kajian permuseuman/peta permasalahan museum di Indonesia, serta bagaimana menata kembali permuseuman di Indonesia.

