KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Museologi, Ilmu Apa Itu?
Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi
Selasa, 5 Mei 2009 | 13:05 WIB

JAMBI, KOMPAS.com — Pihak museum dewasa ini tidak saja memerlukan penerapan manajemen secara standar, yaitu koleksi, dokumentasi, penelitian, konservasi, dan mediasi, tetapi juga memerlukan sebuah disiplin ilmu tersendiri sebagai payung, yaitu museologi.  Museologi adalah ilmu yang berkenaan dengan pengkajian terhadap tujuan dan pengorganisasian museum-museum.

Demikian pandangan yang dikemukakan Noerhadi Magetsari, guru besar dari Universitas Indonesia, ketika mempresentasikan "Pemaknaan Museum untuk Masa Kini" dalam forum Diskusi dan Komunikasi Museum Indonesia, Selasa (5/5) di Kota Jambi, Provinsi Jambi. "Museologi mencakup seluruh aspek teoretis dan seluruh kegiatan permuseuman," katanya.

Museologi mengkaji peran museum dalam masyarakat yang berkenaan dengan pengumpulan dan pelestarian ilmu pengetahuan bagi kepentingan evaluasi masa kini maupun mendatang, melalui kegiatan penelitian yang dilakukan secara sistematis, yang hasilnya disampaikan kepada masyarakat.

Pada gilirannya, lanjut Nurhadi, museologi ini menjadi fungsi dasar sebuah museum, yaitu penelitian, konservasi atau pelestarian, dan komunikasi yang merupakan aspek mediasi dengan masyarakat.

"Yang menjadi permasalahan utama adalah tentang kedudukan museologi dalam ilmu pengetahuan sebagai ilmu yang mandiri. Permasalahan ini muncul ke permukaan oleh karena di antara para profesional di bidang permuseuman sendiri mempertanyakan apakah museologi itu diperlukan keberadaannya," katanya.

Perbedaan yang terjadi di kalangan para profesional permuseuman disebabkan oleh pendekatan yang berbeda, yaitu mereka yang menekankan pentingnya peranan teori (museologi) dan mereka yang mengutamakan praksis (museografi).

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.