JAKARTA, KOMPAS.com - Ancora Foundation melihat minat dan bakat anak-anak Indonesia menjadi pemimpin perlu terus dikembangkan, salah satunya melalui pemberian beasiswa. Karena minat dan bakat yang cakap bisa terlihat seketika, dan tak lama bisa terpendam jika tidak dikembangkan di satuan pendidikan yang berkualitas.
Hal itu dikatakan oleh Meliza Musa, Direktur Ancora Resources, (5/5) di sela penandatanganan MOU penyerahan beasiswa Ancora Foundation kepada Dicky Hartanto, seorang mahasiswa jurusan Teknik Komputer Universitas Multimedia Nusantara (UMN), di Kampus UMN Serpong, Tangerang.
"Untuk itulah fokus kami terhadap calon penerima beasiswa adalah mereka yang berprestasi tidak hanya dari sisi akademis melainkan juga leadership skill," tandas Meliza, yang juga Penasihat Teknis di Ancora Fondation.
Memilih seorang Dicky Hartanto sebagai penerima beasiswa di UMN, misalnya. Menurut Meliza, selain memiliki indeks prestasi di atas rata-rata, yaitu 4,0, Dicky pun berbakat dalam bidang kepemimpinan. "Bibit-bibit leader seperti Dicky banyak di Indonesia dan dari beberapa yang memiliki nilai akademis tinggi akan kami seleksi lagi berdasarkan skil kepemimpinannya," tandas Meliza.
Hanya saja, untuk kebutuhan tersebut Ancora tidak membuka rekrutmen terbuka melainkan pencarian eksklusif melalui riset data dan survey dari Ancora sendiri. "Memang ada yang mengirimkan tetapi tetap kami analisa secara mendalam dan penuh pertimbangan matang dan seleksi ketat," kata Meliza. Tahun ini, Ancora juga bersiap mengirimkan seorang pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di Harvard University.

