Minggu, 30 Agustus 2015

Edukasi

Seni Rupa dan Keramik Diminati Kaum Muda

Senin, 11 Mei 2009 | 20:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Museum Seni Rupa dan Keramik saat ini banyak diminati kaum muda, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang menuju museum.

Beberapa anak SD hingga mahasiswa, ramai terlihat mengunjungi museum bermodel bangunan Eropa dengan dominasi warna putih yang dibangun pada tahun 1870.

Ada yang datang secara berombongan atau dengan keluarga, untuk mencari tahu tentang museum Seni Rupa dan Keramik.

Alfian, salah seorang pengunjung museum bersama lima orang temannya dari SMA di wilayah Kapuk, Jakarta Barat, Minggu, mengatakan ia bersama temannya sangat senang mengunjungi museum ini.

"Kami baru pertama kali ke museum Seni Rupa dan Keramik, ternyata bagus juga yah," ujarnya.

Ditambahkannya, di museum Seni Rupa dan Keramik ini, ia dapat melihat keramik-keramik dari Megalitikum, Neolitikum, Poleotikum serta masa kini.

"Selain itu kita bisa melihat lukisan-lukisan dari para pelukis terkenal seperti Raden Saleh," tutur siswa SMA kelas dua.

Pada awalnya, bangunan ini dipergunakan sebagai lembaga Peradilan Tinggi Belanda (Raad van Justitie), kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, gedung ini dijadikan sebagai asrama militer. Selanjutnya, pada tahun 1967 digunakan sebagai sebagai Kantor Walikota Jakarta Barat.

Pada tahun 1968 hingga 1975 gedung itu pernah digunakan sebagai Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, kemudian tanggal 20 Agustus 1976 diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto.

Museum Keramik ini diresmikan oleh Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta) pada tanggal 7 Juni 1977, dan terakhir menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Menurut keterangan Sri Wahyuni, salah seorang penjual karcis di museum Seni Rupa dan Keramik, pada hari libur jumlah pengunjung mencapai 2.000 orang.

"Memang kebanyakan anak sekolah dari SD hingga mahasiswa yang datang secara berombongan, karena tiket masuknya di-’discount’," katanya.

Berdasarkan peraturan daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2006 DKI Jakarta untuk perorangan dewasa sebesar Rp2.000, mahasiswa Rp1.000 dana anak-anak/pelajar Rp600, sementara untuk rombongan minimal 20 orang, dewasa sebesar Rp1.500, mahasiswa Rp750 dan anak-anak Rp500.

Editor :
Sumber: