Sekolah Kejuruan Sebaiknya Bermitra dengan Industri - Kompas.com

Sekolah Kejuruan Sebaiknya Bermitra dengan Industri

Kompas.com - 13/05/2009, 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah menengah kejuruan atau SMK diminta bermitra dengan industri. Kemitraan tersebut lebih efektif dan bermanfaat dibanding program praktek lapangan atau datang langsung ke pabrik/perusahaan.

 

"Kalau datang langsung ke pabrik atau perusahaan, siswa yang bisa ikut pelatihan terbatas. Sebaliknya, jika pelatih dari perusahaan yang datang langsung ke sekolah, semua siswa bisa ikut," kata Joko Sutrisno, Direktur Pembinaaan SMK Depdiknas di Jakarta, Jakarta, Rabu (13/5).

Hingga saat ini, ujar Joko, sudah ada 12 perusahaan yang bermitra dengan SMK. Umumnya perusahaan yang bermitra dengan SMK itu perusahaan manufaktur, di antaranya ada PT Autocar Industri Komponen, PT Shigata Tool Indonesia, PT Texmaco Perkasa Engineering, PT. Mustika Ratu, dan PT Toyota Astra Motor.

Siswa SMK diajarkan dan dilatih untuk membuat dan merakit produk jadi. Produk program kemitraan yang akan dijual menggunakan nama gabungan sekolah kejuruan dan nama perusahaan/produk. Misalnya SMKZyrex dan NecSMK untuk produk notebook dari kemitraan dengan PT Zyrexindo Mandiri Buana dan PT NEC Indonesia, dan AurigaEsemka untuk produk motor dari kemitraan dengan PT.Inti Kanzen Motor.

Menurut Joko, sebagian sekolah kejuruan yang bermitra dengan perusahaan telah berhasil menjual produk rakitan langsung. Kebanyakan produk terjual saat pameran dan terjual berdasar pesanan. Joko mencontohkan sebanyak 500 unit motor yang diproduksi telah terjual setengahnya, dan 8000 unit personal computer telah terjual seluruhnya. Saat ini sedang dirakit 10 ribu unit komputer jinjing lagi, kata Joko.

Untuk meningkatkan citra SMK di mata masyarakat dan industri, Depdiknas menggelar Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK setiap tahun. Penyelenggaraan tahun ini memasuki ke-17 yang dilaksanakan pada 22-24 Mei di JAkarta.

"Agar tidak ada lagi yang ragu akan lulusan SMK. LKS juga bisa jadi sarana promosi kepada mitra kerja dari dunia usaha dan industri," kata Joko

Ajang LKS juga sekaligus upaya menyeleksi siswa SMK terbaik untuk mewakili Indonesia pada kompetisi keterampilan tingkat internasional, di antaranya ASEAN Skills Competition (ASC) di Singapura pada 2010 dan World Skills Competition (WSC) di Kanada pada November 2009.

Ada 50 bidang yang akan dilombakan, antara lain 28 lomba kelompok teknologi, 12 lomba kelompok bisnis dan pariwisata, lima kelompok pertanian dan lima kelompok kriya.
Peserta LKS SMK berjumlah 1.700 orang. Semuanya, baik perorangan maupun beregu, harus sudah lolos pada seleksi tingkat kabupaten/kota dan uji kompetensi yang dilakukan provinsi.

Juara kompetisi ini akan memperoleh medali emas, perak, maupun perunggu, serta dana pembinaan siswa, serta uang untuk modal kerja atau peralatan tangan. Sementara itu juara umum LKS SMK memperoleh piala bergilir dari Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.

 

 

Editor
Close Ads X