1.700 Siswa SMK Siap Pamerkan Karyanya di PRJ - Kompas.com

1.700 Siswa SMK Siap Pamerkan Karyanya di PRJ

Kompas.com - 14/05/2009, 15:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.700 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Indonesia akan unjuk kompetensi di Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada 20-24 Mei 2009.

Di arena PRJ, mereka akan memamerkan hasil karya mulai rakitan mobil dan motor, laptop, dan mesin pembuat komponen dengan sistem komputer. Selain itu, juga digelar demo kecantikan, peragaan busana, lomba desain, dan lomba tari.

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Nasional XVII ini diusung oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Di sana akan dilombakan 50 jenis bidang yang terbagi dalam kelompok teknologi (28 bidang), pariwisata (12), pertanian (5), dan kriya (5).

Bidang yang dilombakan antara lain, memperbaiki mobil, autocad, membuat pakaian perempuan, akuntansi, serta pembuatan kerajinan keramik, dan perhiasan.

Menurut Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, Joko Sutrisno, LKS SMK itu akan menggelar hasil karya siswa SMK, seperti mobil minibus 'Esemka.van', mobil SUV 'Esemka.Suv', 'Esemka CNC Machining Centre', dan 'Auriga Esemka'.

Dikatakan, perakitan mobil dan mesin mobil itu bekerja sama dengan industri. Misalnya, produk motor 'Auriga Esemka' bekerja sama dengan produsen motor Kanzen.

”Mobil-mobil ini dirancang oleh siswa SMK. Seperti mobil Suv Esemka sudah diuji jalan di lereng-lereng Merapi di Magelang,” ucap Joko.

'Suv Esemka' itu hasil rancangan dan rakitan dari SMK 2 Muhammadiyah Magelang. Sedangkan minibus 'Esemka.van' adalah hasil karya SMKN 6 Malang, sementara SMKN 10 Malang merakit mobil pick up. Selain itu, komputer yang digunakan selama lomba juga menggunakan komputer hasil rakitan SMK, yakni Zyrex Indonesia dan Nec SMK.

Joko Sutrisno mengatakan, SMK kerap menggandeng perusahaan dalam meningkatkan mutu pendidikan peserta didik. Misalnya, guru-guru dilatih oleh industri merakit mobil atau komputer. Setelah pelatihan, guru-guru itu melatih keterampilan siswa merakit mobil dengan pengawasan dari industri di sekolah masing-masing.

Produk yang dibuat oleh SMK dan bekerja sama dengan industri itu menggunakan merek bersama, SMK dan industri. Merek bersama yang sudah dibuat oleh SMK dan industri, seperti Nec SMK, Zyrex Indonesia, dan Auriga Esemka. ”Karya kreasi ini akan jadi warna Indonesia,” ucapnya.

Rencananya, siswa SMK yang berhasil memenangkan kompetensi itu akan mewakili Indonesia dalam lomba ASEAN Skills Competition (ASC) dan World Skills Competition (WSC) mendatang.

Menurut Kepala Sub Bidang Kegiatan Kesiswaan Pembinaan SMK, Susilowati, siswa SMK yang berlomba di kancah internasional memiliki daya saing. Buktinya, pada WSC 2005 SMK Indonesia menduduki peringkat ke-44 dari 50 negara peserta lomba.

Peringkat itu naik di WSC 2007, Indonesia menduduki peringkat ke-21 dari 50 peserta lomba. Sedangkan pada ASC 2006 Indonesia meraih peringkat ke-2 dengan 6 emas dan ASC 2008 meraih peringkat ke-2 juga dengan 6 emas. (tan)

Editor
Close Ads X