SMK Tidak Boleh Membeli Alat Jadi - Kompas.com

SMK Tidak Boleh Membeli Alat Jadi

Kompas.com - 17/05/2009, 19:58 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak boleh membeli alat jadi. Segala peralatan yang digunakan di sekolah, mulai dari mesin computer numerical control (CNC) dan komputer, harus dibuat secara mandiri oleh siswa SMK.  

"Hanya dengan cara inilah, kita dapat mendorong penguasaan teknologi bagi siswa SMK," kata Direktur Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno saat ditemui di sela-sela acara penyerahan mobil prototype karya siswa SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (17/5).

Dengan upaya ini, maka dapat ditunjukkan pula bahwa teknologi juga bisa lahir dari tingkat grass root atau sekolah.

Selain untuk mencukupi kebutuhan sendiri, Joko mengatakan, siswa SMK di masa kini juga harus berani melempar produk ke pasar dan berhadapan dengan konsumen. Para siswa diharapkan mampu menjalani siklus berlatih di kelas, menjual, menda patkan uang, serta memproduksi barang kembali.

"Dengan cara ini, para siswa akan belajar bahwa pengetahuan enterpreunership tidaklah sebatas dipelajari di ruang kelas saja," ujarnya.

Guna mendukung hal itu, Joko menerangkan, tahun ini Departemen Pendidikan Nasional mulai memberikan bantuan dana untuk pengembangan produk dan pemasaran di SMK. Bagi SMK yang menghasilkan produk retail berupa barang-barang yang dikonsumsi sehari-hari seperti telur, minyak goreng, dan sandal, diberi bantuan Rp 250 juta per sekolah. Untuk SMK yang menghasilkan produk manufaktur seperti mesin, mobil, dan motor, dialokasikan mendapat bantuan Rp 400 juta.

"Saat ini, bantuan tersebut sudah mengalir di 50 SMK yang menghasilkan produk retail dan delapan SMK yang menghasilkan produk manufaktur," ujarnya.

Joko mengatakan, para guru di masing-masing SMK diharapkan juga mendukung upaya pengembangan teknologi ini dengan menjadi konsumen pertama yang menggunakan produk buatan para siswanya.

"Dengan kritik dan saran dari gurunya, siswa pun perlahan akan belajar menyempurnakan produknya sesuai dengan keinginan pasar," ujarnya.  

Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, teknologi menjadi hal utama yang harus dikuasai sekolah untuk dapat bersaing di era global.

"Dalam hal ini, kepala sekolah pun harus mampu memberikan contoh terobosan-terobosan yang nantinya dapat menjadi bekal bagi anak didiknya untuk terjun di masyarakat," katanya.

Editor

Terkini Lainnya