KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Selamat, 200 Siswa Masuk Nominasi "ITB untuk Semua"!
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
Senin, 18 Mei 2009 | 18:19 WIB
shutterstock
Sebagian dari 200 nominator tersebut berasal dari luar Pulau Jawa, di antaranya dari daerah terpencil di Kalimantan dan Papua. Mereka dipilih dari 3.170 pendaftar
TERKAIT:

BANDUNG, KOMPAS.com — Sebanyak 200 siswa dari berbagai daerah Indonesia terpilih sebagai nominator peraih "ITB untuk Semua". Program terobosan beasiswa penuh yang digalang para alumni ITB tersebut untuk menjaring calon mahasiswa kurang mampu dari berbagai penjuru Nusantara.

Betti Alisjahbana, Ketua Penyelenggara Program "ITB untuk Semua", mengatakan, sebagian dari 200 nominator tersebut berasal dari luar Pulau Jawa. Tidak sedikit di antara nominator berasal dari daerah terpencil di Kalimantan dan Papua.

Betti menambahkan, ke-200 siswa tersebut dipilih dari 3.170 pendaftar. Selanjutnya, mereka yang telah masuk nominasi akan diikutsertakan pada tes Ujian Saringan Masuk (USM) Terpusat ITB pada awal Juni mendatang.

"Bagi orang tidak mampu, menempuh perguruan tinggi masih susah. Ini menjadi mata rantai kemiskinan, orangtua, anak, dan cucu, miskin terus. Jangankan untuk kuliah, ikut tes saja mereka tidak terpikirkan. Nah, lewat program ini kami ingin memutus mata rantai itu," ujar mantan Presiden Direktur PT IBM Indonesia, yang kini beralih mendirikan bisnis mandiri QB Creative.

Di dalam situs resminya, program tersebut berbentuk beasiswa penuh bagi mahasiswa dengan nilai bantuan mencapai Rp 100 juta per orang selama lima tahun masa kuliah. "Beasiswa menyangkut semuanya, ya biaya kuliah dan biaya hidup. Tinggal kuliah dan berkarya," ucap mantan calon Ketua Ikatan Alumni ITB ini. Setelah lulus, para penerima program ini diharapkan pulang dan menjadi agen perubahan di daerah asal masing-masing.

Program yang baru diadakan pada 2009 ini didanai dari berbagai pihak, khususnya para alumni ITB. "Kami pun membuka sumbangan, perusahaan yang berminat silakan saja," ucapnya, kemudian.

Sosialisasi program telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir dengan melibatkan para alumni ITB hingga komunitas-komunitas guru. Mereka yang berhak ikut serta adalah anak dari keluarga yang berpenghasilan di bawah upah minium regional (UMR).

Secara terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman mengungkapkan, ITB tidak menentukan kuota mahasiswa yang akan diterima dari program "ITB untuk Semua". "Tergantung dari hasil seleksi, mereka harus tetap memenuhi syarat," ucapnya.

Namun, Adang meyakini, setidaknya 15 persen dari mereka akan lolos diterima menjadi mahasiswa ITB. Sebelumnya, Betti berharap, kuota yang akan diterima dari program ini setidaknya mencapai 50 orang.

Sumber : KOMPAS Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial