JAKARTA, KOMPAS.com - Siswa SMK Penerbangan Kartika Aqsa Bhakti Semarang dan SMK Negeri 29 Jakarta menampilkan pesawat 'Jabiru J200' hasil rakitan siswa SMK tersebut di 'Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Pameran Kreasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)'.
"Pesawat ini 55 persen adalah hasil karya rakitan siswa SMK Semarang dan Jakarta, 45 persennya dari Australia," kata Hendrik, siswa SMK Semarang di sela arena acara LKS - SMK di Pekan Raya Jakarta, Minggu (24/5).
Hendrik mengatakan, pesawat yang namanya berasal dari nama burung di Australia itu merupakan pesawat jenis latih dan pesawat pribadi berkapasitas penumpang dua orang. Kemampuan terbangnya selama 6 jam dengan kapasitas bahan bakar 70 liter jenis pertamak. "Pesawat ini mesinnya buatan Australia, mampu terbang dengan ketinggian delapan ribu kaki," tambah Hendrik.
Menurut Hendrik, ada beberapa jenis komponen mesin pesawat itu yang diproduksi dari dalam negeri. Sebagian besar lainnya masih produk impor dari pabriknya di Australia.
Selain jenis pesawat 'Jabiru' yang dipamerkan di arena LKS itu, SMK Penerbang Jakarta dan Semarang juga memamerkan beberapa jenis mesin pesawat yang dipajang di Hall B arena PRJ. Berbagai jenis mesin otomotif dan kendaraan prototipe mobil nasional hasil rakitan putera-puteri terbaik Indonesia juga ikut meramaikan pameran dan lomba ini, termasuk berbagai jenis teknologi informasi dan elektronika.
'Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional XVII' dan 'Pameran Kreasi SMK' di arena PRJ itu berlangsung sejak 22 Mei dan berakhir hari ini (24/5). Peserta LKS dan pameran diikuti sekitar 1.700 siswa SMK dari 33 provinsi se-Indonesia. Jumlah kompetensi yang dilombakan sebanyak 50 bidang.

