Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Senin, 21 Mei 2012 | 15:36 WIB
Jalur Masuk PTN Terlalu Banyak, Tidak Adil!
Ester Lince Napitupulu | Kamis, 28 Mei 2009 | 11:47 WIB
|
Share:

P RADITYA MAHENDRA YASA/HARIAN KOMPAS
Selain Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), PTN juga membuka jalur mandiri. Peserta mengambil kartu Ujian Mandiri I untuk calon mahasiswa baru di Auditorium Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/3). Sekitar 9.000 calon mahasiswa ikuti tes tersebut pada 15 Maret lalu.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.COM — Penyelenggaraan ujian masuk bersama (UMB) hanya salah satu cara yang dipilih PTN untuk mendapatkan mahasiswa baru. Jalur masuk lainnya secara mandiri juga dilakukan oleh setiap PTN.

Universitas Indonesia, misalnya, tahun ini kembali membuka jalur masuk Seleksi Masuk (Simak) UI yang sudah selesai dilakukan. Biaya kuliah S-1 reguler sama seperti mahasiswa baru yang diterima lewat jalur UMB dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi ini lebih mengandalkan seleksi mandiri dengan variasi pembayaran uang kuliah dari nol rupiah untuk mahasiswa tidak mampu hingga ratusan juta rupiah bagi mahasiswa yang mampu secara ekonomi.

Ade Irawan dari Koalisi Pendidikan mengatakan, banyaknya jalur masuk PTN tersebut menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat, khususnya dari keluarga tidak mampu.

Pendidikan di PTN pun akhirnya terbuka luas buat mahasiswa dari keluarga mampu karena mereka punya kesempatan untuk berkali-kali ikut tes masuk, dari yang berbiaya mahal lewat jalur mandiri hingga jalur "ekonomi", seperti UMB dan SNMPTN.

Sumber :
KOMPAS