Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:47 WIB
SBY-Boediono Setuju Minimal 100.000 Buku Per Sekolah
Caroline Damanik | Kamis, 28 Mei 2009 | 19:05 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Boediono (kanan) usai mendaftarkan diri untuk mengikuti Pilpres 2009 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (16/5). Bersama dua pasangan yang lain, mereka akan memperebutkan kursi puncak pemerintahan 2009-2014.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon Wakil Presiden Boediono mengaku sangat setuju dengan usulan budayawan Taufik Ismail untuk mendukung setiap perpustakaan sekolah di Indonesia memiliki minimal 100.000 buku. "Saya setuju 200 persen Pak Taufik," tutur Boediono dalam dialog 'Kebudayaan dan Presiden' di Graha Bhakti Budaya TIM, Kamis (28/5).

Boediono mengatakan, impian itu bukan tidak mungkin terealisasi jika overhead anggaran untuk pusat dapat dialokasikan ke daerah. Adapun SBY juga mengatakan bahwa impian Taufik sangat sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional.

Taufik Ismail menjadi salah satu panelis dalam dialog ini. Taufik berulang kali meminta SBY dan Boediono berjanji untuk merealisasikan perpustakaan dengan ratusan ribu buku untuk tiap sekolah jika terpilih sebagai pemerintah mendatang. Menurut Taufik, hal itu bukan impian yang tak berdasar karena anggaran pendidikan sendiri sudah mencapai 20 persen. "Pak SBY dan Pak Boed, tolong direalisasikan impian ini," ujar Taufik.

Selain itu, Taufik meminta SBY dan Boediono mengubah kurikulum pengajaran bahasa di sekolah. Pendidikan Indonesia, katanya, sangat tertinggal dalam membaca dan menulis sastra. "Tata bahasa yang diajarkan tak berubah. Di SD belajar awalan, sisipan, akhiran. Di SMP belajar lagi awalan, sisipan, akhiran. Di SMA juga begitu, di kuliah juga," tandas Taufik.