BANDUNG, KOMPAS.com — Di tengah munculnya polemik di antara para siswa, Tes Panduan Akademik (TPA) yang akan menjadi bagian dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tingi Negeri (SNMPTN) itu justru dianggap tidak perlu persiapan khusus untuk menghadapinya.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua SNMPTN Panitia Lokal Bandung Ir Adang Surahman, Selasa (2/6) di Bandung. Adang mengatakan, model tes SNMPTN tahun ini lebih baik dari sebelumnya karena TPA untuk menguji kecerdasan alamiah siswa, bukan sekadar aspek pengetahuan.
"Tidak perlu persiapan khusus, belajar TPA malah buang-buang energi, karena sudah dipelajarin malah tidak keluar. Tes ini tidak terkontaminasi bimbel," ucap Wakil Rektor Bidang Akademik Institut Teknologi Bandung ini.
Menurut Adang, TPA akan menguji tiga macam kemampuan pribadi peserta, yaitu kemampuan verbal, kuantitatif, dan penalaran. Untuk aspek verbal misalnya, yang diuji antara lain tes nomor berseri, aritmetika, dan logika aritmetika. Sementara untuk aspek penalaran berupa mata uji logika formal dan analisis spasial. Lalu, pada kuantitatif, jenis tesnya berupa persamaan kata, tes lawan kata, dan analisis verbal.

