KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Penilaian di SNM PTN Lebih Baik
Selasa, 2 Juni 2009 | 21:18 WIB
MURADI/HARIAN KONTAN
Ilustrasi: TPA juga berguna sebagai indikator penilaian yang bebas dari kontaminasi bimbingan belajar (bimbel). Selama ini kebanyakan siswa lulus dan bisa mengerjakan soal tes hanya karena telah hapal rumus yang didapatkannya di bimbel, bukan murni kemampuan berpikir mereka sendiri.

 BANDUNG, KOMPAS.com- Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun ini dinilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dimasukannya unsur tes prediktif, khususnya tes potensi akademik, dinilai bisa meningkatkan kualitas calon mahasiswa yang dihasilkan, serta secara t idak langsung mengurangi risiko drop out (DO) mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman mengatakan, model seleksi yang bersifat prediktif yang ada di SNMPTN saat ini adalah sebuah kemajuan. "Ujian seperti ini lebih menguji kecerdasan calon secara alamiah. Bukan sekedar kognitif," ucapnya.

Sesuai semangatnya, SNMPTN semestinya memang menjadi alat seleksi calon mahasiswa. Bukan alat uji siswa seperti terkesan dalam ujian-ujian sebelumnya. Ia pun sangat mendukung model penilaian persentil yang tahun ini digunakan. Setiap ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan sistem skala sebelum nilai dijumlahkan secara total.

Tes potensi akademik, meskipun belum sebaik psikotest, bisa memberikan sebuah gambaran mengenai kemampuan komunikasi, analisis, dan berhitung calon mahasiswa. Kemampuan-kemampuan semacam ini tidak bisa diukur dalam tes SMPTN tahun-tahun sebelumnya.

Ke depan, dengan sistem ini, akan mengurangi tingkat DO mahasiswa dari jalur SNMPTN. Sebagian dari mereka yang DO biasanya karena gagal di beberapa pelajaran saat kuliah. "Dengan sistem persentil ini, calon mahasiswa dituntut memiliki kemampuan komprehensif. Tidak hanya ahli di beberapa mata pelajaran saja," ucap Ketua SNM PTN Panitia Lokal Bandung ini.

Ia menjelaskan, persentase angka drop out di ITB saat ini adalah 1,6 persen tiap tahun dari jumlah per angkatan, yaitu sekitar 3.000 orang. Dari jumlah ini, sebagian besar diyakini merupakan mahasiswa dari jalur seleksi nasional (SNMPTN).

"Pada awal-awal diadakannya USM (Ujian Saringan Masuk ITB/jalur mandiri), tingkat DO memang lebih tinggi dari sini. Sekitar 3 persen. Tetapi, kemudian terus turun karena ada perbaikan tes," ucapnya kemudian.

 

Penulis: JON   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.