JAKARTA, KOMPAS.com--The Japan Foundation (JF) akan memutar dua film tentang liku-liku Yakuza, yakni Kamikaze Taxi, dan Kidzu Return, di Hall JF, Gedung Summitmas, pada 11 Juni 2009 mendatang.
"Pemutaran film ini terbuka untuk umum dan gratis," kata Asisten Khusus bidang Kebudayaan JF, YUI Rieko di Jakarta, Senin.
Film Kamikaze Taxi yang disutradarai Masato Harada berkisah tentang seorang bos yakuza (organisasi mafia yang paling ditakuti di Jepang) Animaru yang membunuh pria bernama Renko.
Pembunuhan itu memicu dendam Tatsuo, kekasih Renko. Tatsuo yang juga seorang anggota yakuza bertekad membalas dendam dengan mencuri uang Domon, seorang politikus.
Dalam pelariannya, Tatsuo bertemu dengan Kantake dan Tama yang juga bersiteru dengan Animaru. Mereka bertiga kemudian menyerang Animaru. Namun anak buah Animaru berhasil mematahkan serangan ini.
Ketika Tatsuo terbunuh, Kantake meneruskan penyerangannya terhadap Domon yang dulu meracuni ayahnya dalam sebuah aksi politik.
"Film ini dibintangi Koji Yakusho, dengan para pemain Kazuya Takashi, dan Reiko Kataoka," kata YUI Rieko.
Film yakuza lainnya, Kidzu Return mengisahkan tentang Shinji dan Masaru yang suka berbuat onar di masa sekolah dulu.
Shinji kemudian menjadi petinju profesional, sedangkan Masaru bergabung dengan kelompok yakuza.
Teman mereka, Hiroshi yang berwatak lembut bekerja sebagai supir. Nasib mereka tidak terlalu mulus, kenyataan ini lain dari cita-cita mereka saat sekolah dulu.
Film berdurasi 108 menit ini disutradarai Takeshi Kitano, dengan para pemain Masanobu Ando, Ken Kaneko, dan Kyosuke Kasuya. "Kedua film ini sangat digemari masyarakat Jepang," kata YUI Rieko.
Di samping dua film tersebut, pada 11 Juni juga akan diputar film Watashino Gurampa, yang disutradarai Yoichi Higashi dengan para pemain Bunta Sugawara, Satomi Ishihara, dan Tadanobu Asano.
YUI Rieko mengharapkan para remaja di Jakarta bisa menonton film-film tersebut di Hall JF nanti. "Pemutaran film ini merupakan bagian dari upaya The Japan Foundation memperkenalkan kebudayaan Jepang kepada negara lain," katanya.
The Japan Foundation didirikan pada tahun 1972, merupakan sebuah badan hukum yang bertujuan untuk mempromosikan kegiatan pertukaran kebudayaan antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia.

