Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Senin, 21 Mei 2012 | 16:12 WIB
Lho, Kuliah Bahasa Inggris Kok Tidak Fasih "Nginggris"?
LTF | Jumat, 12 Juni 2009 | 18:07 WIB
|
Share:

shutterstock
Ilustrasi: Mahasiswa yang akan menjadi calon guru Bahasa Inggris memang diwajibkan memakai Bahasa Inggris, khususnya saat simulasi mengajar di kelas untuk menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

TERKAIT:

MEDAN, KOMPAS.com - Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, ternyata kurang fasih berbahasa Inggris karena kurangnya keberanian menggunakannya dalam pergaulan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan oleh Dekan FKIP UMSU, Dra Hj Nur’Ain Lubis MAP, di Medan, Jumat (12/6). Nur' Ain mengatakan, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris seharusnya fasih menggunakan bahasa universal itu sebagai kewajibannya dalam proses belajar - mengajar.

"Sebagian mahasiswa memang masih belum fasih menggunakan Bahasa Inggris karena kurangnya keberanian untuk mencoba, tetapi bila digali dan ada kemauan pasti bisa," ujar Nur' Ain.

Nur’Ain menjelaskan, mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon guru tersebut memang diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris. Pasalnya, saat simulasi mengajar di kelas, khususnya pada mata kuliah 'Micro Teaching', mereka wajib menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

"Sampai saat ini mahasiswa masih banyak dilatih untuk lebih berani berbicara dalam Bahasa Inggris dalam proses belajar di kelas dan yang perlu ditambahkan adalah pembendaharaan katanya," ujarnya.

Nur' Ain menambahkan, upaya memotivasi mahasiswa agar menguasai Bahasa Inggris dilakukan dengan cara belajar dan terus berlatih. Selain itu, pada saat mereka berlatih mengajar di depan kelas akan diberikan penghargaan dalam bentuk pujian supaya mereka lebih gigih lagi.

Sumber :
Antara