Yogyakarta, Kompas - Meskipun angka kelulusan ujian nasional untuk sekolah lanjutan tingkat atas wilayah DI Yogyakarta tahun ini meningkat, masyarakat diimbau agar tetap kritis dalam menilai proses pendidikan. Kelulusan dalam UN yang diumumkan akhir pekan lalu belum menjamin kelulusan dari sekolah.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DI Yogyakarta Suwarsih Madya, Minggu (14/6). "Selain ujian nasional, terdapat sejumlah syarat kelulusan sekolah lainnya," ujarnya.
Ia menyebutkan, pada 2008 ada 11 pelajar SMA di DIY yang tetap tidak lulus meski nilai ujian nasional (UN) mereka di atas standar kelulusan. Pada 2007 terdapat dua pelajar bernasib sama.
Beberapa dari para pelajar tersebut dinyatakan tidak lulus sekolah karena nilai ujian sekolah mereka kurang dari enam atau tidak memenuhi syarat minimal kelulusan. Beberapa pelajar lainnya dinilai tidak memenuhi syarat sikap dan perilaku. "Mungkin karena pernah melakukan kenakalan seperti tawuran," kata Suwarsih.
Untuk sekolah, lanjutnya, kejadian-kejadian itu diharapkan bisa menjadi peringatan agar tidak mengabaikan mata pelajaran yang lain dan hanya mengutamakan mata pelajaran yang diujikan dalam UN. Dengan memberikan porsi pengajaran yang seimbang, sekolah juga memberi kesempatan yang adil bagi pelajar untuk mengetahui semua jenis ilmu.
Berdasarkan ketentuan pemerintah, selain lolos UN, sejumlah syarat kelulusan sekolah lainnya adalah lulus ujian sekolah, mendapat nilai minimal "baik" dalam mata pelajaran seni, budaya, dan agama, serta tuntas menyelesaikan semua proses pembelajaran.
Suwarsih mengungkapkan, pelajar yang tidak lulus tahun ini masih mempunyai kesempatan mengulang UN tahun depan. "Ujian kesetaraan bukan satu-satunya jalan untuk mendapat ijazah. Kalau memang belum paham, jangan malu untuk mengulang kelas," katanya. Makin Baik
Tahun ini, sebanyak 1.962 pelajar SMA/MA dan SMK di DIY tidak lulus UN. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah ketidaklulusan DIY tahun lalu yang mencapai 4.120 orang. Dengan jumlah ini, angka kelulusan UN wilayah DIY meningkat 7 persen dari tahun lalu menjadi 95,1 persen tahun ini.
Ketua Pelaksana UN DIY 2009 Baskara Aji mengatakan, peningkatan ini terutama dipengaruhi meningkatnya angka kelulusan SMK secara drastis. Angka kelulusan SMK meningkat sekitar 10,41 persen menjadi 96,26 persen pada tahun ini. "Kelulusan SMK tahun ini lebih tinggi dari tingkat kelulusan SMA/MA yang sebanyak 93,93 persen," ujarnya.
Menurut Baskara, peningkatan kelulusan SMK itu diduga karena beragam faktor. Salah satunya meningkatnya kualitas pelajar yang masuk SMK yang dipicu meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan sekolah ke SMK selama beberapa tahun terakhir. (IRE)

