JAKARTA, KOMPAS.com - Berbekal kreatifitasnya, kepala sekolah saat ini mestinya bukan hanya sebagai pemimpin manajerial, tetapi juga seorang entreprenuer handal untuk mengelola sekolahnya.
Hal tersebut diutarakan oleh Dr Baedhowi, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) dalam sambutannya membuka 'International Conference on Best Practise I' yang digelar oleh Forum Kepala Sekolah Seluruh Asia Tenggara (South East Asia School Principal Forum/SEASPF), di Jakarta, Rabu (17/6).
Konferensi berlangsung hingga Sabtu (19/6). Selain dihadiri oleh 38 kepala sekolah dari berbagai daerah Indonesia, delegasi yang hadir ini di konferensi ini berasal dari negara Birma, Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, serta Thailand.
"Kami sepakat bahwa kepala sekolah bukan hanya bertanggung jawab pada fungsi manajemen, melainkan juga fungsi sosialnya bagi lingkungan sekolah yang dipimpinnya," ujar Baedhowi.
Untuk itulah, melalui kegiatan ini Baedhowi berharap SEASPF mampu menjadi organisasi regional yang bisa memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan kualitas kepemimpinan para kepala sekolah. Para kepala sekolah juga bisa secara aktif terlibat berbagai kegiatan kependidikan baik itu pelatihan, seminar, penelitian, serta konferensi-konferensi terkait kebijakan baik berskala Asia Tenggara maupun Internasional yang lebih luas lagi.
"Selain untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan kepala sekolah, kami pun di sini berharap bisa selalu berinteraksi dan berkolaborasi menuju peningkatan kualitas pendidikan," ujar Baedhowi.
Pasalnya, kualitas pendidikan merupakan satu konsep dinamis yang dapat berubah seiring waktu namun rentan terhadap perubahan situasi sosial, ekonomi, dan lingkungan sekitarnya.

