BANDUNG, KOMPAS.com — Frisian Flag bekerja sama dengan Kerajaan Belanda menyalurkan bantuan hingga Rp 4,49 milar kepada para peternak sapi perah yang tergabung dalam Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS). Bantuan tersebut akan disalurkan dalam bentuk pembangunan laboratorium analisis susu, percontohan kandang higienis, serta sejumlah pelatihan dari para pakar persusuan dari Belanda.
Penyerahan bantuan tersebut secara simbolis dilakukan di Desa Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Rabu (17/6) di Kabupaten Bandung. KPBS memiliki anggota sebanyak 4.500 orang dengan populasi sapi perah mencapai 18.500 ekor.
Human Resources and Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia (FFI) Hendro H Poedjono mengatakan, dari total bantuan tersebut, 40 persen di antaranya berasal dari FFI, sedangkan 60 persen sisanya hibah dari Pemerintah Belanda.
"Kami optimistis, bantuan ini dapat meningkatkan produksi susu baik secara kualitas maupun kuantitas, yang akhirnya dapat mendongkrak kesejahteraan peternak sapi perah," ungkapnya.
Program bantuan tersebut, lanjut Hendro, akan berjalan selama dua tahun ke depan. Hibah tersebut merupakan bagian dari investasi FFI yang berkesinambungan, yang selama lima tahun terakhir dilakukan dengan nilai lebih dari Rp 600 miliar.
Hendro mengakui, akhir-akhir ini dunia persusuan nasional dihadapkan pada penurunan harga susu dunia. Saat ini, rata-rata harga pembelian susu oleh FFI kepada peternak sekitar Rp 3.550-Rp 3.600 per liter, jauh di bawah harga pada pertengahan tahun 2008 lalu yang mencapai Rp 5.300 per liter.
Namun, menurut dia, yang seharusnya lebih diperhatikan yakni peningkatan kualitas susu, serta penambahan jumlah kepemilikan sapi. "Penurunan harga sebenarnya tidak akan terlalu merugikan apabila jumlah produksi susu lebih besar dan peternak memiliki minimal lima ekor sapi," jelas Hendro.

