JAKARTA, KOMPAS.com — Agenda business meeting dalam konferensi internasional kepala sekolah se-Asia Tenggara hari ini, Kamis (18/6), menjadi ajang penjajakan para kepala sekolah Indonesia mencari kemungkinan membentuk sister school dan kerja sama-kerja sama lainnya.
Hal tersebut dikemukakan oleh Presiden Forum Kepala Sekolah Se-Asia Tenggara (South East Asia School Principal Forum/SEASPF) di sela International Conference on Best Practise I di Jakarta, Kamis (18/6). Konferensi berlangsung hingga Sabtu (20/6) ini, dihadiri oleh 38 kepala sekolah dari berbagai daerah Indonesia dan delegasi dari negara Birma, Laos, Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, serta Thailand.
"Terbentuknya forum ini adalah atas inisiatif Indonesia, sehingga kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan pendidikan sekolah kita di Tanah Air," ujar Sugiarto, yang juga Kepala Sekolah SMKN 8 Jakarta ini.
Sugiarto mengatakan, dengan agenda pertemuan bisnis antar sesama anggota forum dan para pakar pendidikan ini, para kepala sekolah bisa mengambil kesimpulan bahwa mereka memang benar-benar bukan lagi semata pemimpin manajerial di sekolahnya, melainkan juga seorang entreprenuer yang bisa diandalkan untuk mengelola sekolahnya.
"Saat ini kami sedang menjajaki kesempatan untuk melakukan pertukaran kepala sekolah dan besar kemungkinan hal itu bisa terlaksana," ujar Sugiarto.
Selain itu, tambahnya, kerja sama antar-Sekolah Berstandar Internasional pun diharapkan bisa diwujudkan. "Termasuk menjajaki kemungkinan mengadakan joint research dan berbagai potensinya di masa depan," tambah Sugiarto.
