Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Senin, 21 Mei 2012 | 17:16 WIB
MOS
Pakaian Hitam pada Hari Terakhir...
| Jumat, 17 Juli 2009 | 11:51 WIB
|
Share:

Oleh Kris Razianto Mada

Abu Djauhari ingat betul jika para pelajar baru lazimnya memakai baju putih pada hari terakhir masa orientasi sekolah. Karena itu, Kepala SMAN 16 Surabaya itu heran mengapa tahun ini peserta memakai pakaian hitam.

Namun, ia tidak ingin mempersoalkan pilihan panitia masa orientasi siswa (MOS) itu. Apalagi, pilihan warna itu tidak memberatkan para peserta. "Baju hitam sebenarnya lazim saja dan mungkin biar tidak mudah kotor. Kalau baju putih mudah kotor," ujarnya.

Ia baru tercenung setelah musibah yang menimpa sekolahnya pada hari terakhir MOS, Rabu (15/7) sore. Menjelang penutupan kegiatan itu, salah seorang pelajar baru, Roy Aditya Perkasa meninggal. "Warna hitam biasanya dipakai dalam suasana duka. Rupanya kami harus benar- benar berduka. Saya sedang apes," ujar Abu.

Abu sama sekali tidak menduga Roy akan meninggal. Sama sekali tidak ada tanda-tanda sakit pada pelajar yang tinggal di Waru, Sidoarjo, itu. "Dia juga tidak pernah memberi tahu menderita penyakit apa. Setiap hari anak-anak PMR menanyakan kondisi kesehatan peserta MOS dan tidak pernah ada keluhan, termasuk dari Roy," ungkapnya.

Bibi korban, Nani Rokhani, juga yakin anaknya tidak menderita penyakit berat. Setidaknya demikian menurut hasil pemeriksaan kesehatan Roy beberapa waktu lalu. "Dia tidak punya masalah kesehatan," ujarnya.

Karena itu, keluarga korban mendesak polisi mengusut tuntas penyebab kematian Roy. Keluarga ingin tahu mengapa korban mendadak meninggal setelah mengikuti MOS selama tiga hari. "Dia mengaku kelelahan karena MOS. Di hari terakhir, dia juga takut karena belum mendapat kayu bakar yang diwajibkan (untuk dibawa) oleh panitia," ungkapnya.

Kelelahan boleh jadi karena jadwal dan tugas MOS. Selama MOS, Roy dan pelajar lain harus hadir di sekolah sebelum pukul 06.00. Bahkan, mereka harus hadir sebelum pukul 05.30 pada hari kedua MOS, Selasa (14/7).

Lalu mereka mengikuti serangkaian kegiatan hingga setidaknya pukul 13.00. Khusus di hari terakhir, kegiatan berlangsung sampai sore. Saat itulah, Roy meninggal.

Sesuai aturan

Akan tetapi, tidak semua pelajar sekolah itu tahu jika Roy meninggal. Saat mendadak pingsan pada pukul 14.30, Roy dibawa ke unit kesehatan sekolah (UKS). "Kami tahunya dia dibawa ke UKS. Mungkin kelelahan dan perlu istirahat," ujar salah seorang pelajar SMAN 16 Surabaya, Adrian.

Insiden itu tentu saja mengejutkan. Salah seorang panitia MOS SMAN 16 Aldo Fernando mengatakan, sama sekali tidak menduga jika salah satu yuniornya meninggal. "Kami menyelenggarakan sesuai aturan dan jadwal," ujarnya.