Laporan Dugaan Ijazah Palsu Urung Dilakukan - Kompas.com

Laporan Dugaan Ijazah Palsu Urung Dilakukan

Kompas.com - 06/08/2009, 01:21 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS - Rencana pelaporan soal dugaan penggunaan ijazah palsu yang diduga digunakan Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Soehartono saat pencalonan sebagai wali kota periode 2008-2013 pada Polresta Mojokerto, Rabu (5/8) urung dilakukan. Sebelumnya, Andre Winardi dari Aliansi Kebijakan Publik menyatakan bahwa laporan soal dugaan tersebut akan dilakukan pada polisi.

Kasatresrim Polresta Mojokerto, AKP I Gede Suartika memastikan, dirinya belum menerima laporan soal tersebut. "Belum, belum ada laporan. Saya juga belum menerima kabar lagi soal itu," sebut Gede.

Sebelumnya Gede memastikan, dugaan soal penggunaan ijazah palsu itu sudah ditelusuri polisi. Namun, polisi menemukan kesulitan karena tidak bisa menemukan ijazah asli sebagai bahan perbandingan.  

"Apa yang diributkan itu kan fotokopi ijazah, tidak bisa itu dijadikan barang bukti," sebut Gede.

Disinggung soal perbedaan stempel yang menyatakan berlainannya Nomor Statistik Sekolah (NSS), Gede tetap berpendapat bahwa ijazah asli tetap dibutuhkan untuk perbandingan awal.

Gede menyatakan, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan hingga ke tingkat sekolah yang mengeluarkan ijazah tersebut. Menurut Gede, dari hasil pemeriksaan tersebut sepintas bisa disimpulkan bahwa belum ditemukan petunjuk yang bisa ditindaklanjuti sebagai dugaan penggunaan ijazah palsu.

Sementara itu, Andre Winardi belum mau berkomentar banyak soal diurungkannya rencana pelaporan dugaan penggunaan ijazah palsu itu kepada polisi. Sebelumnya, Andre bersama dengan perwakilan Forum Aliansi LSM AKP-APPI Kota Mojokerto mendatangi DPRD Kota Mojokerto untuk mengadukan dugaan tersebut.

 

Editor