JAKARTA, KOMPAS.com — Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang dibidani oleh LIPI tidak merasa tersaingi oleh berbagai penyelenggaraan olimpiade sains, matematika atau biologi yang selama beberapa tahun belakangan semakin mendapatkan tempat di dunia pendidikan Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Deddy Setiapermana seusai acara presentasi Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) ke-17 dan Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-8 di Depok, Senin (10/8).
Deddy mengatakan, hadirnya berbagai penyelenggaraan olimpiade tersebut justru membantu peran LIPI sehingga tak lagi "sendirian" meningkatkan kemampuan iptek di kalangan generasi muda melalui LKIR. Dan untuk lebih menajamkan kemampuan ilmiah para generasi muda, kata Deddy, tahun depan LKIR mulai berafiliasi dengan International Science and Engineering Fair (ISEF) yang berlangsung pada Oktober di San Jose, Amerika Serikat (AS).
"Kami akan mengirimkan delegasi Indonesia yang diambil dari dua pemenang individu LKIR 2009 dan satu pemenang kelompok yang terdiri dari tiga orang siswa," ujar Deddy.
