BOGOR, KOMPAS.com - Dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Syahroni dan Doddy Juli Irawan, terpilih mewakili Indonesia dalam seminar antarbangsa yang menjadi program tahunan Badan Program Lingkungan PBB (UNEP), di Daejon, Korea Selatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara IPB Ir Henny Windarti, di Bogor, Rabu (26/8). Henny mengatakan, kedua dua mahasiswa itu telah mengikuti TUNZA International Youth Conference pada 20-23 Agustus lalu.
Syahroni adalah mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan menjabat juga sebagai direktur Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum for Scientific Studies (FORCES). Sementara itu, Doddy Juli Irawan adalah mahasiswa Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan (Fahutan) yang menjadi "Control Council Local Committee International Association of students in Agricultural and related Sciences" (IAAS). Kegiatan konferensi itu mengusung tema "Climate Change: Our Chalange" yang diikuti oleh 250 peserta dari 110 negara.
Kedua mahasiswa Indonesia tersebut mengikuti berbagai rangkaian kegiatan TUNZA antara lain misalnya "Seal the Deal Global Debate (Road to Copenhagen)", "Regional Meeting Asia Pasifik Plenary" bertajuk "Global Team Building, serta Green Jobs".
Selain itu, mereka juga mengikuti kunjungan lapangan dan lokakarya tentang lingkungan dan perubahan iklim yang mengetengahkan tema "Recycle the Waste, Uam Historical Park Culture" serta "Exploring Fresh Water Fishes". Kegiatan ini dihadiri oleh Perdana Menteri dan Menteri Lingkungan Republik Korea Selatan.
Henny menambahkan, delegasi Indonesia mendapat kesempatan memaparkan kegiatan kaum muda di Indonesia yang telah dilakukan oleh beberapa organisasi seperti UKM FORCES, UKM IAAS, Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA), Himpunan Profesi Departemen Silvikultur (TGC).
"Di samping itu, kegiatan "International Forestry Student Association" (IFSA) IPB, diharapkan dapat membuat para mahasiswa berperan aktif dalam menyuarakan, mengimplementasikan, serta menjadi motivator untuk mengatasi masalah lingkungan serta perubahan iklim," kata Henny Windarti.
