Kamis, 24 April 2014

News / Edukasi

Kinerja Guru Bersertifikat Belum Memuaskan

Selasa, 6 Oktober 2009 | 18:24 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan kinerja guru yang sudah lolos sertifikasi masih belum memuaskan. Motivasi kerja yang tinggi justru ditunjukkan oleh guru-guru yang belum mengikuti sertifikasi dengan harapan segera dapat disertifikasi.

Demikian temuan sementara dari hasil survei yang dilakukan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengenai dampak sertifikasi profesi guru terhadap kinerja guru. "Kami baru mengolah data survei 16 dari 28 provinsi yang diteliti. Hasilnya sudah menunjukkan jika kinerja guru yang sudah disertifikasi belum meningkat secara signifikan. Kenyataan itu perlu dicermati supaya tujuan peningkatan mutu dan profesionalisme guru usai sertifikasi benar-benar tercapai," kata Unifah Rosyidi, Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI di sela-sela halal bihalal keluarga PB PGRI di Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut Unifah, peningkatan kinerja yang diharapkan dari guru yang sudah bersertifikasi seperti perubahan pola kerja, motivasi kerja, pembelajaran, atau peningkatan diri dinilai masih tetap sama atau hanya sedikit. Guru-guru yang sudah bersertifikat sudah mulai enggan mengikuti seminar atau pelatihan untuk peningkatan diri. "Kondisi itu memang sudah diduga sebelumnya bahwa seminar atau pelatihan pendidikan yang banyak diminati hanya untuk kepentingan sertifikasi, bukan ilmunya," kata Unifah yang pernah menjadi Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Independen mewakili PGRI.

Demi menjaga mutu guru yang sudah lolos sertifikasi, Unifah menegaskan perlunya pola pembinaan yang terpadu dan berkelanjutan kepada guru-guru mulai dari tingkat sekolah, pengawas, dinas pendidikan di daerah, dan departemen pendidikan nasional. Perlu ada penilaian kinerja yang terukur dan ketat, tetapi jangan hanya bersifat normatif.

"Tidak mesti sampai mengancam tunjangan profesi ditangguhkan. Kondisi guru kan banyak yang gaji rendah yang nggak sebanding dengan beban kerja. Yang diperlukan sekarang ini penilaian kinerja dan pembinaan yang berkelanjutan meskipun sudah lolos sertifikasi," jelas Unifah.

Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo mengingatkan pendidikan berkualitas membutuhkan guru yang berkualitas. Profesi sebagai guru mesti bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan kehidupan yang memadai agar kinerja guru tidak terganggu oleh faktor-faktor ekonomi.

"Para guru mesti terus membangun citra guru mulai dengan bekerja bersungguh-sungguh, meningkatkan kualitas diri, dan menjadi teladan," kata Sulistiyo yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah.


Editor :