Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Senin, 21 Mei 2012 | 18:40 WIB
Dephub Inventarisasi Kerusakan Sarana di Sumbar
Amanda Putri Nugrahanti | made | Rabu, 7 Oktober 2009 | 18:25 WIB
|
Share:

AP PHOTO/FITRA YOGI
Rumah beton di Padang, Sumbar, ambruk menimpa kendaraan bermotor setelah diguncang gempa tektonik berkekuatan 7,6 SR, Rabu (30/9).

TERKAIT:

SEMARANG, KOMPAS.com — Departemen Perhubungan akan segera menginventarisasi kerusakan yang terjadi pada prasarana transportasi yang rusak akibat gempa di Sumatera Barat. Pemerintah akan mengalokasikan dana rehabilitasi berdasarkan hasil dari assessment tersebut.

"Pertama yang harus dilakukan tentu fase tanggap darurat. Semua daerah-daerah yang terisolasi sedapat mungkin mendapat akses. Selain bantuan udara, kami juga membuka jalur dari bandara ke pusat-pusat gempa, hingga penyediaan sarana," kata Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal seusai membuka seminar "Peluang Kewirausahaan Transportasi Berbasis Keselamatan dan Keamanan" di Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Rabu (7/10).

Transportasi udara, misalnya, maskapai penerbangan yang beroperasi di Sumbar kembali normal, bahkan menambah frekuensi penerbangan. Transportasi laut juga telah beroperasi setiap hari. Baik Pelni maupun perusahaan pelayaran lain memberi layanan gratis bagi para relawan.

Setelah fase tanggap darurat, Jusman mengatakan, Dephub akan melakukan damage and loss assessment (dala), yaitu melihat kerusakan bangunan prasarana transportasi, seperti terminal, bandara, dan dermaga. Setelah inventarisasi dilakukan, pemerintah pusat akan mengalokasikan dana untuk perbaikan.

"Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi secara keseluruhan dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan Gubernur Sumbar sebagai operator," kata Jusman.

Jusman belum dapat menyebutkan besaran dana yang dianggarkan pemerintah pusat untuk rehabilitasi.