PADANG, KOMPAS.com - Pengiriman bahan bantuan bagi korban gempa melalui udara menggunakan enam helikopter pada Rabu (7/10) difokuskan pada lima titik di Kabupaten Padang Pariaman.
"Lima titik itu adalah daerah yang tidak dapat ditembus dengan angkutan darat karena berada di wilayah terisolir di Kecamatan Patamuan, Padang Pariaman," kata Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi di Padang, Rabu (7/10).
Ia menyebutkan, bantuan yang dikirim dan disebarkan sebesar lima ton terdiri dari bahan makanan, pakaian dan tenda. Penentuan titik pendaratan bantuan setelah pihak TNI Polri melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, sehingga diharapkan kemungkinan tidak meratanya bantuan dapat dihindari.
Gamawan mengharapkan, cuaca bisa mendukung upaya pengiriman bantuan melalui udara tersebut. Jika cuaca baik maka titik pendaratan bantuan bisa lebih banyak, tambahnya.
Sementara itu Ketua Harian Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Marlis Rahman menyebutkan, selain membawa bahan bantuan helikopter-helikopter itu juga bertugas menyisir setiap wilayah yang terkena gempa untuk diketahui posisi mana yang belum tersentuh bantuan dan evakuasi.
Karena itu, bersama helikopter juga dibawa serta para tenaga siaga bencana (Tagana) yang langsung diturunkan jika masih ada wilayah yang belum tersentuh upaya evakuasi.
Menurut dia, penyaluran bantuan melalui udara dan penyisiran akan dilakukan selama dibutuhkan.
Saat ini di Padang dioperasikan 10 unit helikopter untuk membantu pendistribusian bantuan, pengirim tim relawan dan menyisir wilayah-wilayah yang hancur karena gempa. Helikopter itu bantuan dari Basarnas sebanyak dua unit, Polri empat unit dan TNI AL empat unit. Selain itu satu unit helikopter TNI AL difungsikan untuk membawa korban luka-luka ke RS terapung KRI Dr Suharso.
Gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada Skala Richter mengguncang Sumbar pada Rabu (30/9), yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 700 warga setempat, termasuk di antaranya di Kabupaten Padang Pariaman.
