Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:23 WIB
Duh, 1.247 Gedung Sekolah Luluh Lantak
| Robert Adhi Ksp | Rabu, 7 Oktober 2009 | 22:43 WIB
|
Share:

PADANG, KOMPAS.com  - Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, mengatakan, Sumbar membutuhkan dana Rp12,5 miliar untuk infrastruktur pendidikan di masa darurat pascagempa.

"Tadi saya sudah sampaikan ke Ketua DPD, Irman Gusman, soal kebutuhan dana pendidikan di masa darurat," kata Gamawan, usai menerima kedatangan Irman Gusman, di Padang, Rabu (7/10).

Gubernur mengatakan, untuk kebutuhan dana rehabilitasi gedung sekolah dalam jangka panjang, nilainya sedang dalam proses penghitungan.

Dia mengatakan, gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada Skala Richter, Rabu (30/9), telah menyebabkan 1.247 gedung sekolah mengalami rusak berat, 919 rusak sedang, dan 670 rusak ringan.

Kerusakan fasilitas pendidikan yang paling parah dialami Kota Padang dengan 919 rusak berat, 715 rusak sedang, dan 562 rusak ringan.

Sementara di Kabupaten Padang Pariaman, 196 gedung sekolah rusak berat, 83 rusak sedang, dan 18 rusak ringan.

Ditanya tentang dana yang dimiliki Sumbar, Gubernur mengatakan, untuk darurat sebetulnya tersedia dana. "Namun kalau ada bantuan dari luar, dana yang ada bisa dipergunakan untuk program rehabilitasi ke depan," katanya.

Gubernur mengaku Ketua DPD Irman Gusman akan mengupayakan menghimpun dana dari DPD dan para pendonor.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, semua sekolah yang rusak akibat gempa di Sumbar akan dibangun.

"Semua akan dibangun, baik negeri maupun sekolah swasta. Sekolah swasta saja akan kita bangun, apalagi negeri," kata Bambang, ketika meninjau SD 17 Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo Padang yang rusak parah, Rabu.

Sumber :
Antara