JAKARTA, KOMPAS.com- Personel Angkatan Udara Australia (RAAF) melakukan operasi angkut udara besar-besaran untuk memastikan pekerja bantuan dan pasokan esensial mencapai kawasan yang terkena gempa bumi di Sumatera Barat. Sekitar 111 petugas RAAF terlibat dalam operasi kemanusian ini.
Selain mengerahkan tim pengangkut udara, pilot dan loadmaster, mereka juga menyediakan dua pesawat C-130 yang berbasis di Jakarta dan satunya di Darwin. Hingga saat ini pesawat C-130 tersebut telah melakukan lebih dari 50 penerbangan Jakarta ke Padang dan membawa lebih dari 230 ton kargo.
Di samping itu, tim angkut udara RAAF ikut membantu menurunkan barang hampir semua pesawat militer dan sipil carter asing yang telah menerbangkan bantuan darurat ke area yang terkena gempa bumi.
Menurut Letnan Penerbang Paul Kretschmann, perwira yang bertanggungjawab atas operasi ini, Rabu (14/10), pada minggu pertama, pihaknya membongkar sekitar 250 ton kargo dari lebih 100 pesawat ADF, militer asing dan pesawat carter. Tim telah mendukung operasi RAAF plus pesawat dari Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Singapura.
Sersan Mathew Warnock, Loadmaster dari salah satu Hercules C-130 RAAF yang terlibat dalam operasi angkut udara, berujar semua kargo, dari kendaraan dan peralatan hingga kebutuhan mendasar seperti makanan, air dan selimut telah didatangkan oleh awak pesawat dan dibongkar oleh tim tersebut.
"Kita telah melakukan dua penerbangan dalam satu hari ke lapangan udara dengan kapasitas maksimum, sehingga pesawat tersebut hampir selalu mencapai berat maksimum dan penuh sesak dengan palet. Kami telah mengangkut sekitar 11.300 kilogram setiap penerbangan ke Padang," tuturnya.
