YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Staf Ahli Kementerian Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara mengatakan, dana riset penelitian terus diupayakan ditambah secara bertahap. Indonesia baru menganggarkan dana penelitian 0,048 persen dari APBN.
"Target kami adalah satu persen. Semoga bisa tercapai segera. Sebenarnya satu persen ini pun masih sedikit dibandingkan negara lain. Jepang dan Korea Selatan berani menganggarkan tiga persen lebih dari APBN untuk mendanai riset; Malaysia 2,5 persen," ujar Engkos, di sela sela menghadiri pameran komputer Yogyakomtek, Selasa (20/10). Pameran akan digelar di Jogja Expo Center, 17-21 Oktober.
Target satu persen APBN itu digunakan juga untuk menaikkan gaji dan tunjangan para peneliti.
