Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:56 WIB
Tuntut Status PNS-nya, Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa
Ambrosius Harto | latief | Selasa, 20 Oktober 2009 | 11:45 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS.COM
Ilustrasi: Di Samarinda, ibu kota Kaltim, saat ini terdapat 3.500 guru honor. Gaji mereka minim, yakni paling sedikit Rp 350.000 per bulan. Ada memang yang mendapat penghasilan hingga Rp 1,5 juta per bulan, tetapi harus mengajar di lima sekolah.

TERKAIT:

SAMARINDA, KOMPAS.com — Ratusan guru honorer berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (20/10). Mereka menuntut diangkat sebagai PNS agar penghasilannya membaik.

Selain itu, para guru honorer tersebut juga memprotes kebijakan pemerintah yang saat ini justru sedang membuka pendaftaran CPNS. Aksi ini berlangsung sejak pukul 09.00 Wita.

Para guru honorer tersebut tergabung dalam Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian Kota Samarinda. Aksi berlangsung di Jalan Basuki Rahmat sehingga ruas jalan tersebut untuk sementara tertutup bagi kendaraan.

Di Samarinda, ibu kota Kaltim, saat ini terdapat 3.500 guru honorer. Gaji mereka minim, yakni Rp 350.000 per bulan. Ada memang yang mendapat penghasilan hingga Rp 1,5 juta per bulan, tetapi harus mengajar di lima sekolah.

Dalam tuntutannya itu, para guru honorer meminta diangkat sebagai PNS. Hal itu sesuai dengan telaah Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Abdul Rachim kepada Wali Kota Samarinda Achmad Amins.

Menurut guru honorer, seharusnya pemerintah memprioritaskan pengangkatan mereka menjadi PNS daripada membuka pendaftaran baru. Ada yang sudah mengajar hingga 15 tahun dan tetap saja berstatus guru honorer sehingga penghasilannya pas-pasan. Pertemuan antara perwakilan guru honorer dan anggota DPRD Samarinda masih berlangsung di dalam gedung wakil rakyat itu.

Sumber :
Kompas Cetak