PANDEGLANG, KOMPAS.com — Sekitar 90 siswa SDN IV Karya Buana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat akibat terbatasnya ruang kelas.
"Sudah tiga bulan lebih kami belajar di tenda darurat," kata Muhtadi, seorang guru SDN IV Karya Buana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/10).
Pihaknya sudah menyampaikan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang untuk membangun tiga ruang kelas baru karena ketiga ruang kelas tersebut rusak berat. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi.
Mereka berharap pada 2010 pemerintah daerah segera membangun ruang kelas itu. Saat ini, tempat belajar siswa sangat tidak layak karena belajar di tenda darurat.
Seandainya mereka belajar terus-menerus di tempat itu, hasilnya tidak berkualitas. Saat ini ada sebanyak enam ruang kelas, tetapi tiga di antaranya rusak berat.
Keberadaan gedung SDN IV Karya Buana yang dibangun pada 1980-an hingga kini belum pernah mendapat perbaikan. Amin (10), siswa kelas V di SDN setempat, bersama teman-temannya merasa tidak nyaman saat belajar.
Belajar di tenda darurat susah konsentrasi karena mudah keluar keringat. Saat musim hujan, sekolah terpaksa diliburkan karena lantai tanah tergenang air. "Saya berharap gedung sekolah itu dibangun kembali agar bisa belajar lebih nyaman," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Undang Suhendar mengaku, saat ini masih banyak sekolah kekurangan kelas, mulai dari jenjang pendidikan SD hingga SMA.
Saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan kekurangan kelas di semua sekolah. "Mudah-mudahan tahun 2010 itu SDN IV Karya Buana, Kecamatan Cigeulis, bisa dibangun tiga ruang kelas," ujar Undang Suhendar.
