Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 00:27 WIB
Wah... Kewirausahaan Masuk Kurikulum 2010-2011!
Frans Agung Setiawan | latief | Senin, 2 November 2009 | 11:39 WIB
|
Share:

M.LATIEF/KOMPAS.COM
Ilustrasi: Menurut Mendiknas, masuknya kewirausahaan dalam kurikulum harus diperhitungkan, karena jumlah jam pelajaran memiliki batas maksimumnya. Kewirausahan adalah bagian dari pembentukan karakter, yang ujungnya menciptakan peserta didik menjadi entrepreneur.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menargetkan pada akhir pelaksanaan program 100 hari nanti, kurikulum kewirausahaan sudah selesai dan siap diterapkan pada tahun ajaran 2010/2011.

"Namun, ini jangan diartikan ganti menteri ganti kebijakan. Yang harus dipahami adalah tantangan yang dihadapi dunia pendidikan berubah," ujar Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, Senin (2/11).

Menurut Mendiknas, masuknya kewirausahaan dalam kurikulum harus diperhitungkan karena jumlah jam pelajaran memiliki batas maksimumnya. Kewirausahan adalah bagian dari pembentukan karakter yang ujungnya menciptakan peserta didik menjadi entrepreneur.

Namun, untuk menjadi seorang entrepreneur, Mendiknas mengungkapkan, pola pikir seseorang harus fleksibel. Dengan pikiran yang fleksibel, daya kreativitas akan terdorong. Ujung dari kreativitas adalah inovasi.

"Inovasi kalau digabungkan dengan ilmu bisnis marketing maka jadilah entrepreneur," tutur Mendiknas.

Maka, Mendiknas melanjutkan, pola pikir dogmatis harus ditinggalkan oleh sekolah dan guru. Awalnya dimulai dari guru itu sendiri, yaitu bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru bahwa yang belum tahu harus tahu dulu. Lalu, pemilihan sekolah dan masyarakat, yang pikirannya perlu diubah secara fleksibel.

"Sebaiknya dimulai sedini mungkin, kalau SD dimulai dari pola pikir, lalu SMA, SMK, dan kemudian perguruan tinggi," pungkas Mendiknas.