JAKARTA, KOMPAS.com - Masuknya kewirausahaan (entrepreneur) dalam kurikulum pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi dikhawatirkan membuat perbedaan antara SMA dan SMK menjadi bias.
SMK, yang berorientasi pada dunia kerja, memang sejalan dengan kewirausahaan. Tetapi, bagaimana dengan SMA yang juga akan belajar mengenai kewirausahaan pada kurikulum 2010/2011?
"Tetap beda," kata Fasli Jalal, Dirjen Pendidikan Tinggi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional seusai mengikuti Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Senin (2/11).
Menurut Fasli, di SMK praktiknya lebih banyak, sedangkan di SMA tidak. Nilai yang diambil anak didik SMA dalam belajar kewirausahaan adalah mampu menumbuhkan kreatifitas, inovasi dan semangat tidak menyerah.
Lebih lanjut, Fasli menuturkan, bahwa baik SMA maupun SMK mungkin bisa sama cepat menyelesaikan teori kewirausahaan. Namun, untuk menumbuhkan budaya kewirausaan dengan nilai kreatif, inovatif, dan tidak mudah menyerah memerlukan waktu sampai 5 tahun.
"Sehingga keluarlah lulusan sekolah yang berbudaya, berakhlak dan seorang entrepreneur," ujarnya.
