Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 00:30 WIB
Kasek Diganti, Ratusan Siswa Mogok Belajar
Taufiq Zuhdi | tof | Senin, 2 November 2009 | 23:21 WIB
|
Share:

JAMBI, KOMPAS.com - Ratusan siswa SMAN 7 Kota Jambi di Kecamatan Danau Teluk, Senin (2/11) siang menggelar aksi mogok belajar. Mereka menolak dan memprotes pencopotan Drs Fatwa Nursidik dari jabatan kepala sekolah di sekolah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi mogok ratusan siswa tersebut dipicu adanya pergantian kepala sekolah (kasek) di sekolah tersebut. Siswa menolak kasek lama Fatwa Nursidik diganti dengan kasek baru, Artur yang juga mantan kepala SMAN 6 Kota Jambi.
     
Dalam aksi tersebut, seluruh pelajar meminta agar kasek lama tidak meninggalkan sekolah tersebut dengan cara menahan Fatwa Nursidik untuk tidak meninggalkan ruang kerjanya. Para siswa juga melakukan aksi mogok belajar.
Padahal, di hari yang sama, pihak Dinas Pendidikan Kota Jambi akan menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) dari kepala sekolah yang lama kepada kepala sekolah yang baru.
     
Akibat aksi tersebut, aktivitas belajar dan mengajar di SMAN 7 tersebut menjadi terhenti. "Kami minta Pak Fatwa Nursidik jangan diganti. Jika tetap diganti, kami akan terus melakukan aksi mogok belajar," ujar salah seorang siswa SMAN 7 Kota Jambi yang mengaku bernama Rian.
    
Fatwa Nursidik di tengah kerumuman siswa mengatakan, sebelum aksi mogok dilakukan oleh para pelajar, dirinya telah melakukan serah terima jabatan dengan kasek baru. Namun, kata Fatwa, setelah sertijab tersebut dilakukan, para pelajar langsung berontak dan meminta dirinya tidak meninggalkan SMAN 7 tersebut.

"Saya tidak bisa berbuat banyak, apalagi sertijab tersebut telah saya lakukan," ujarnya. Ia mengaku tidak dapat membendung aksi mogok belajar yang dilakukan oleh para anak didiknya tersebut, sebab aksi tersebut merupakan keinginan para pelajar tanpa ada campur tangan dirinya.

"Saya telah mencoba untuk memberikan pengertian kepada para siswa, namun mereka tetap ingin mempertahankan saya, dengan jalan menahan saya untuk tetap tinggal di ruangan kasek," jelasnya.

 Atas aksi yang berlangsung dari pagi tersebut, aktivitas belajar dan mengajar di SMAN 7 Kota Jambi lumpuh total, akhirnya seluruh siswa pulang termasuk para guru di SMA tersebut. Rencananya, para pelajar akan melanjutkan aksinya ke kantor wali kota Jambi untuk meminta Wali Kota R. Bambang Priyanto mengabulkan permohonan mereka untuk mempertahankan kasek lama.

Sumber :
ANT