Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 00:38 WIB
IMTE, agar Siswa Peka Permasalahan TNI
LTF | latief | Rabu, 4 November 2009 | 16:49 WIB
|
Share:

KOMPAS/AMBROSIUS HARTO
Ilustrasi: Pameran teknologi militer ini bertujuan untuk mendidik siswa lebih peka terhadap tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), terutama dalam persenjataan.

TERKAIT:

SURABAYA, KOMPAS.com — Untuk mendidik siswa lebih peka terhadap tantangan yang dihadapi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal persenjataan, ITS Surabaya menggelar pameran teknologi militer.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar pameran teknologi militer bertajuk "Indonesian Military Technology Exhibition (IMTE)", yang merupakan ajang unjuk gigi buatan anak negeri, di Surabaya, Rabu (4/11).

Ketua pelaksana IMTE Bandung Arry Sanjoyo mengatakan, pameran teknologi militer ini bertujuan untuk mendidik siswa lebih peka terhadap tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), terutama dalam persenjataan. Dia menambahkan, saat ini sudah ada "lampu hijau" dari Departemen Pertahanan (Dephan) untuk menjembatani hasil riset militer dari mahasiswa.

Sementara itu, dari puluhan teknologi yang mereka pamerkan, pesawat pengintai mini bernama Quad Rotor hasil karya Balitbang Dephan paling diminati oleh penonton. Pesawat buatan Dian Hakim tersebut, kata Arry, mampu mengintai musuh tanpa terdeteksi dari ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

"Selain tidak terdeteksi, pesawat ini juga bisa diaplikasikan di semua medan. Jadi, jika kita ingin mengintai musuh di laut, kita bisa mengetahui lokasi musuh dengan cara menerbangkan Quad Rotor ini," jelas Arry. Gambaran lokasi musuh tersebut, lanjut Arry, bisa dilihat melalui sebuah alat sensor yang ada di dalam pesawat.

Di samping Quad Rotor, teknik pengendali misil yang dibuat oleh Subchan, PhD, dosen FMIPA ITS, juga tidak kalah menariknya. Pengendali misil yang dibuatnya itu mampu melakukan penyerangan target diam tanpa terdeteksi oleh radar.

"Pengendali ini bisa juga digunakan untuk menakuti kapal asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia," tuturnya.

IMTE ini diselenggarakan pada tanggal 4-5 November 2009 dan bertempat di Graha Sepuluh Nopember ITS Surabaya, Jawa Timur.

Sumber :
Ant