Kamis, 18 September 2014

News / Megapolitan

Mahasiswa Pingsan, Aksi Mogok Makan Terus Berlanjut

Kamis, 5 November 2009 | 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski satu per satu mahasiswa yang melakukan aksi mogok makan di depan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK) pingsan, mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Jakarta Raya (KM Raya) tetap akan meneruskan aksinya.

Mereka bahkan berencana untuk menambah peserta mogok makan. "Awalnya 14, sekarang sisa tiga. Nanti siang akan ditambah lagi lima orang yang melakukan aksi mogok makan," ujar Syifak, Koordinator Aksi Mogok Makan, di Jakarta Kamis (5/11).

Ia mengatakan, mereka tetap menuntut agar Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji mundur dari jabatannya. Selain itu, mereka juga menuntut untuk dilakukan penyelidikan terhadap nama-nama yang disebut dalam rekaman rencana kriminalisasi KPK.

Sementara itu, Tim Dokter KPK dr Kunto Wiharto menganjurkan agar para mahasiswa menghentikan aksi mogok makan. Pasalnya, aksi tersebut mempunyai risiko tinggi pada kesehatan pelakunya. "Sebaiknya tidak usah lagi. Karena akan berisiko, daya tahan tubuh hanya tiga hari. Kalau sakit kan repot semua," kata dia.

Pantauan hingga saat ini, pelataran Gedung KPK masih dipenuhi mahasiswa yang melakukan aksi, mereka membangun beberapa tenda sebagai tempat berteduh. Sesekali mereka melakukan orasi untuk menyerukan tuntutan mereka.

Terakhir, dua mahasiswa yang melakukan aksi mogok makan pingsan. Mereka adalah Ade Rahmat dan Rahmat, keduanya adalah mahasiswa semester I Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. "Ade Rahmat mahasiswa jurusan hukum, sedangkan Ahmad jurusan sosial politik," ujar Syifak, koordinator aksi mogok makan.

Kedua mahasiswa tersebut langsung dilarikan ke Klinik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mendapatkan pertolongan. Menurut Syifak, kedua rekannya sudah merasa lemas sejak semalam.

Kunto Wiharto mengatakan, dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa tekanan darah dan denyut nadi keduanya sangat lemah. "Sudah berhari-hari tidak makan dan minum, pantas saja lemas," kata dia.


Editor : Glo