Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 00:42 WIB
Jumlah Siswa Makin Ciut, SD Pun Digabung
Josephus Primus | primus | Kamis, 5 November 2009 | 22:23 WIB
|
Share:

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan, Pemuda,  dan Olahraga (Dikpora) Kota Palembang akan menggabungkan 32 sekolah dasar (SD) negeri menjadi 16 SD karena berkurangnya siswa yang belajar di lembaga pendidikan dasar tersebut.
   
Kepala Dinas Dikpora Palembang Hatta Wazol di Palembang, Kamis (5/11), mengatakan penggabungan 32 SD menjadi 16 sekolah tersebut dilakukan untuk efisiensi. "Saat ini tedapat 268 SD negeri di Kota Palembang tetapi belasan sekolah mulai kekurangan murid," katanya.
   
Menurut dia, kekurangan murid tersebut membuat kegiatan belajar mengajar pada sejumlah sekolah tersebut tidak efektif, padahal tenaga pengajar dan pengeluaran biaya sama sekali tidak berkurang.
   
Ia mengatakan saat ini jumlah SD negeri di daerah tersebut  tidak sebanding dengan siswa yang belajar.
   
Akibatnya sejumlah sekolah terutama yang berada di perbatasan kekurangan murid sehingga penggabungan atau "regrouping" dinilai mendesak untuk dilaksanakan, katanya.
   
Dia menjelaskan, dari 268 SD negeri di daerah tersebut sedikitnya 32 sekolah mesti digabungkan menjadi 16 sekolah. Tetapi, pihaknya masih belum bisa memastikan sekolah mana saja yang akan digabungkan, ujarnya.
   
Hatta menambahkan penggabungan SD negeri sudah dilakukan berulang kali. Awalnya sebanyak 800 unit sekolah dasar di daerah tersebut yang kemudian dikerucutkan menjadi 600 sekolah pada 2005. Selanjutnya pada  2007 kembali digabungkan sehingga kini tinggal 268 SD negeri, tambah dia.
    
Sementara itu, penurunan jumlah siswa SD negeri tersebut sebagai dampak positif dari keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di Palembang.
    
Angka Partisipasi Kasar(APK) siswa SD di daerah tersebut mencapai 106 persen yang artinya semua anak usia sekolah dasar di Palembang menikmati pendidikan dan enam persennya berasal dari kabupaten yang berbatasan langsung dengan kota pempek, katanya.

 

Sumber :
Ant