KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Guru Masih Terkendala Menulis
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
Jumat, 6 November 2009 | 20:27 WIB
IMAN SURYANTO/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Ketua Umum Agupena Jawa Barat Erwan Juhana bilang, animo peningkatan minat guru menulis buku mencapai 70 persen di dalam beberapa tahun terakhir.
TERKAIT:

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Bidang Pendidikan Menengah Pertama Disdik Kota Bandung Kustiwa Benoputra mengatakan, budaya menulis belum berkembang baik di kalangan guru. Bahkan, tidak jarang hal itu menjadi momok, terutama jika dikaitkan persoalan kenaikan pangkat guru.

"Kurang dari 50 persen guru yang memiliki kemampuan menulis yang menjadi syarat kenaikan pangkat dari golongan III D ke IV A. Untuk naik pangkat, minimal kan harus menulis tiga karya tulis yang berhubungan dengan tupoksinya," ujar Kustiwa di sela-sela acara Pelatihan Menulis Buku yang diadakan di Graha Kompas Gramedia, Jumat (6/11).

Namun, semenjak ada program sertifikasi guru, kecenderungan buruk itu mulai memudar. Sejak sertifikasi guru diadakan, makin banyak guru yang mau menulis.

"Entah itu buku, menulis di media, ataupun karya ilmiah lainnya," ucap Ketua Umum Asosiasi Guru, Dosen, Tenaga Kependidikan, Penulis, Pengarang (Agupena) Jawa Barat Erwan Juhana.

Menurutnya, animo peningkatan minat guru menulis buku mencapai 70 persen dalam beberapa tahun terakhir. "Mau tidak mau dikondisikan seperti itu karena, untuk menjadi guru profesional, mereka harus bisa menunjukkan karyanya," ungkapnya kemudian.

Editor: latief   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.