KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Inggris Bantu 1,2 Juta Poundsterling untuk Perguruan Tinggi
Senin, 16 November 2009 | 10:02 WIB
shutterstock
Ilustrasi: Menurut Country Director British Council Indonesia Keith Davies, salah satu langkah meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui kerjasama antara universitas di Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri yang lebih berpengalaman.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun depan, Pemerintah Inggris melalui British Council menyediakan bantuan Prime Minister Initiative 2: Collaborative Programme Delivery hingga sebesar 1,2 juta poundsterling bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Dana itu dipergunakan untuk membangun kerja sama internasional hingga dua tahun berikutnya. Menurut Country Director British Council Indonesia Keith Davies dalam seminar membahas peluang dan tantangan kerja sama internasional di Jakarta, Sabtu (14/11) lalu, salah satu langkah meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui kerja sama antara universitas di Indonesia dengan perguruan tinggi luar negeri yang lebih berpengalaman.

"Melalui kemitraan ini kami berharap dapat mewujudkan internasionalisasi dunia pendidikan yang lebih luas lagi. Program ini sebagai pembuka jalan untuk kemitraan antarlembaga pendidikan kedua negara," ujar Davies.

Menurut Davies, bantuan Prime Minister Initiative 2: Collaborative Programme Delivery hingga 1,2 juta poundsterling merupakan inisiatif dari Perdana Menteri Inggris. Hal itu, kata dia, sebagai upaya membantu universitas di Indonesia meningkatkan kualitasnya.

Selain Indonesia, lanjut Davies, negara Asia lain yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungan dana bagi kemitraan serupa adalah Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand.

Penulis: LTF   |   Editor: latief Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.