Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 03:22 WIB
Mahasiswa dari Seleksi Nilai Raport Lebih Berprestasi
Irene Sarwindaningrum | latief | Selasa, 17 November 2009 | 21:06 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS IMAGES
Ilustrasi: Direktur Administrasi Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, prestasi akademik mahasiswa dari jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) berada di peringkat dua setelah mahasiswa yang diterima lewat ujian masuk yang diselenggarakan oleh UGM sendiri.

TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Perguruan tinggi negeri (PTN) rata-rata menyediakan 30 persen kuota untuk mahasiswa baru dari jalur seleksi nilai raport. Mahasiswa dari jalur ini dinilai lebih baik prestasinya dari mahasiswa dari jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN.

Direktur Administrasi Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, prestasi akademik mahasiswa dari jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU) berada di peringkat dua setelah mahasiswa yang diterima lewat ujian masuk yang diselenggarakan oleh UGM sendiri.

"Tapi kalau dibandingkan dari mahasiswa SNMPTN, indeks prestasi mereka lebih stabil dan lebih tinggi. Selain itu, mereka juga lebih aktif mengikuti berbagai kompetisi," tuturnya di Yogyakarta, Selasa (17/11).

Jenis-jenis PBU di UGM terdiri dari PBU tidak mampu yang disertai beasiswa penuh dari UGM, PBU berprestasi untuk pemenang kompetisi tingkat nasional, PBU olahraga dan seni bagi pelajar berprestasi di bidang olahraga dan seni, PBU pembangunan daerah bagi pelajar yang direkomendasikan oleh pemerintah daerahnya, serta PBU swadana dengan biaya ditanggung oleh wali peserta sendiri.

Menurut Budi, UGM menerima sekitar 1.950 orang atau 30 persen dari 6.500 mahasiswa baru lewat jalur PBU ini. Untuk tahun ajaran 2010/2011 pengisian formulir akan dimulai pada 2 Januari 11 Februari 2010 dengan syarat utama nilai raport semester I-V termasuk 25 persen terbaik di kelasnya.

"Pendaftar PBU juga harus terbukti tuntas dalam setiap mata pelajaran. Kesempatan terbuka untuk semua jenis sekolah lanjutan menengah atas dari semua daerah," katanya.

Budi mengatakan, tidak ada masalah apapun dengan grade sekolah asal, karena setelah pendaftaran mereka masih akan diseleksi lagi. Meskipun nilai raport tidak terstandar secara nasional seperti halnya Ujian Nasional (UN), pihaknya tetap yakin para pelajar yang dapat memenuhi syarat PBU tersebut mempunyai potensi akademik tinggi.

Pemerataan kesempatan

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab mengatakan, jalur PBU juga dimaksudkan untuk pemerataan kesempatan pendidikan bagi pelajar di daerah dengan sarana pendidikan minim. Oleh karena itu, peserta dari daerah tertinggal justru memperoleh prioritas dalam seleksi PBU di UNY.

Kesempatan mereka untuk dapat masuk perguruan tinggi berkualitas lebih sulit karena kemampuan akademisnya cenderung tak sebaik pelajar dari daerah lain. "Tapi, bisa jadi mereka sebenarnya pandai, hanya saja kurang bisa berkembang karena minimnya fasilitas pendidikan di daerahnya," ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Rochmat, kuota jalur PBU sebesar 30 persen dari total mahasiswa baru di UNY selama ini belum bisa terpenuhi. Hal ini karena banyak peserta yang lolos seleksi tidak datang saat pendaftaran ulang.

Untuk tahun ajaran 2009/2010, dari sekitar 1.100 pelajar yang lolos, hanya sekitar 670 orang yang datang pada saat daftar ulang. Mereka diduga telah diterima di perguruan tinggi negeri lain. Sementara untuk tahun ajaran 2010/2011, UNY akan mulai membuka pendaftaran PBU sekitar Bulan Maret dengan kuota untuk lebih kurang 1.000 mahasiswa.

Sumber :
Kompas Cetak