KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bila Siswa SD Belajar Sistem Perbankan....
Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius
Senin, 23 November 2009 | 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Renny Herlina, staf customer service Bank Permata, Jalan Ahmad Yani, Bandung, tampak agak kewalahan. Meja perempuan cantik itu dikerumuni para pelajar Sekolah Dasar Percobaan Negeri (SDPN) Sabang, Bandung. Mereka terlihat amat antusias mengamati cara membuka tabungan.

Meski demikian, Renny terlihat hanya tersenyum-senyum saja sambil sesekali melayani pertanyaan siswa-siswi itu. Ia terus mengetik seraya menunjuk layar komputer dan memberikan penjelasan. Tak ketinggalan, beberapa guru pun ikut menyimak pemaparan tersebut.

Selanjutnya, kerumunan siswa beralih ke meja penerima nasabah. Di sana, mereka diajarkan cara menyetor uang. Setelah itu, siswa pun duduk dengan tertib sambil mendengarkan penjelasan seorang instruktur dari Bank Permata.

"Jadi, nomor identitas pribadi atau PIN ATM (anjungan tunai mandiri) jangan dikasih tahu kepada orang lain ya, ujar instruktur itu. Para siswa pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Kenapa tidak boleh dikasih tahu," tanya instruktur.

"Karena rahasia," jawab seorang murid. Nanti tidak aman, timpal murid lainnya. Sang instruktur pun tersenyum sambil menjelaskan, Kalau PIN diberi tahu nanti uang kalian bisa diambil dari ATM. Uang kalian bisa habis. Suara murid-murid pun terdengar riuh rendah.

Acara tersebut merupakan program tanggung jawab sosial Bank Permata dengan mengajak pelajar sekolah dasar (SD) di lingkungan sekitar kantor cabang untuk dikenalkan dengan sistem perbankan. Di Bandung, sekitar 25 siswa SDPN Sabang mengikuti acara yang disebut Banking for Student itu.

Fathya Hana (10), siswa kelas 5 SDPN Sabang mengaku senang mengikuti acara tersebut karena bisa belajar tentang cara kerja perbankan. Demikian pula dengan Dwiyana Putri (10), siswa kelas 5 SDPN Sabang yang dapat mengetahui cara kerja bank.

Selain sistem kerja perbankan, para siswa diajari cara membuka rekening, menyetor dana, dan mengambil uang dari ATM. Mereka juga diberi tahu mengenai berbagai fasilitas pada ATM seperti pembayaran tagihan listrik, telepon, dan transfer uang.

Tujuan Banking for Student yakni mendidik siswa SD mengenai si stem perbankan sejak usia dini, kata Head Region V Bank Permata Singso Setiono. Di Indonesia, acara itu digelar di 49 kota yang melibatkan 55 sekolah secara bergilir. Di Cirebon misalnya, Banking for Student diselenggarakan dua minggu lalu. Pada akhir tahun 2009, acara diupayakan dapat digelar di Kota Tasikmalaya.  

"Pendidikan diberikan untuk sekolah-sekolah terdekat dari kantor cabang," kata Business Development Manager Bank Permata Ahmad Yani Bandung, Henry Kartono. Banking for Student ditanggapi positif para pengelola sekolah yang mengirimkan siswanya dengan antisuas.

Setiap kantor cabang Bank Permata bisa mengundang hingga dua sekolah yang umumnya mengirimkan siswa kelas 4 hingga 6. Mereka yang dipilih adalah siswa berprestasi dengan harapan dapat menyerap materi lebih cepat. Acara itu berlangsung selama dua jam.

Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.